abu-faraj-al-masri-al-nusra-suriahIdlib LiputanIslam.com –   Kelompok teroris Jabhat al-Nusra yang belakangan berganti nama menjadi Jabhat Fateh al-Sham mengakui tokoh pentingnya yang bernama Ahmad Salamah Mabruk Abdul Razzaq alias Abu Faraj al-Masri tewas terkena serangan dua rudal dari pesawat nirawak di kota Idlib di utara Suriah, Senin (4/10/2016).

Sumber-sumber media oposisi Suriah mengatakan bahwa al-Masri tewas dan dua orang lain yang bersamanya luka-luka akibat serangan dua rudal yang diluncurkan dari pesawat nirawak yang diduga berasal dari pasukan koalisi internasional dekat desa al-Jamiliyyah di utara Rif Jisr al-Thughur.

Akhir Juli lalu al-Masri dalam sebuah penggalan video terlihat berada di samping kanan pemimpin tertinggi Jabhat al-Nusra Abu Mohammad al-Julani dalam pembacaan deklarasi pemisahan kelompok ini dari al-Qaeda dan pengubahan nama Jabhat al-Nusra menjadi Jabhat Fateh al-Sham.

Di Mesir dia pernah ditangkap pada masa Presiden Anwar Sadat dan lalu divonis hukuman penjara seumur hidup dalam kasus “Orang-Orang Yang Kembali Dari Albania.”

Di masa kepresiden Mohammad Morsi dia mendapatkan amnesti dan keluar dari penjara hingga kemudian andil dalam pembentukan kelompok militan Mesir,  Ansar Beit al-Maqdis, dengan petunjuk dari pemimpin jaringan teroris al-Qaeda, Aiman al-Zawahiri. Al-Masri kemudian bertolak ke Afghanistan lalu ke Suriah untuk bergabung dengan al-Nusra dan menjadi tokoh terkemuka kelompok yang mewakili al-Qaeda di Suriah ini.

Di tengah beredarnya kabar kematian al-Masri, Kemhan Amerika Serikat, Pentagon, mengaku telah melancarkan serangan udara terhadap tokoh terkemuka al-Qaeda di Suriah, Senin.

Jubir Pentagon Kapten Angkatan Laut Jeff Davis mengatakan,“Kami dapat memastikan bahwa kami telah menarget anggota terkemuka al-Qaeda di Suriah.” (mm/alalam/raialyoum/dpa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL