jihad islam palestinaGazaCity, LiputanIslam.com –  Faksi pejuang Palestina Jihad Islam, Minggu (11/7),  melontarkan kecaman keras terhadap rezim al-Saud yang berkuasa di Arab Saudi terkait dengan pernyataan anti Iran yang dilontarkan mantan kepala dinas intelijen Arab Saudi, Turki al-Faisal, di depan para anggota kelompok teroris kontra-revolusi Islam Iran Organisasi Mujahidin Khalq (MKO) di Paris, ibu kota Perancis, Sabtu (10/7).

Jihad Islam menyebut pernyataan itu sebagai serangan terhadap kubu resistensi (muqawamah) Palestina dan layanan bagi agenda Zionisme.

“Kami di faksi Jihad Islam mencela dan memastikan pernyataan itu sebagai tuduhan palsu yang hanya membantu agenda Zionisme untuk menuntaskan isu Plestina dan membuka semua ibu kota negara-negara Arab dan Islam di depan rezim pendudukan,” ungkap Jihad Islam dalam statemennya, seperti dilansir FNA dan dikutip al-Alam.

Faksi ini menambahkan, “Tampak bahwa lobi Zionis dalam pemerintahan Saudi tidak belajar dari prakarsa (Raja) Fahd tahun 1981 hingga prakarsa Arab tahun  2001 bahwa Israel tidak mungkin akan menerima prakarsa damai apapun yang memberikan jaminan sekecil apapun terkait dengan tanah, hak dan kedaulatan  orang-orang Palestina serta kekuatan, martabat dan kehormatan bagi Arab.”

Jihad Islam menyebut statemen al-Faisal sebagai pernyataan yang memalukan dan ditujukan hanya untuk mengganggu perjuangan bangsa Palestina sebagaimana statemen itu juga merugikan al-Faisal sendiri maupun bangsa Saudi demi kepentingan Zionis.

“Kami juga telah meraba hal ini dalam pernyataan Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubair belakangan ini yang berbicara tentang perlucutan senjata Hamas dan Jihad Islam daripada berbicara tentang dukungan kepada bangsa Palestina dan al-Aqsa di depan agresi Zionis yang berkelanjutan,” lanjut  Jihad Islam.

Faksi ini juga menegaskan, “Kami di Jihad Islam menegaskan kepada mereka (Saudi) bahwa jika kalian tak mampu menolong Palestina dan rakyatnya maka setidaknya kalian jangan memilih pindah ke kendaraan Israel untuk menghujat pengorbanan dan bersekutu dengan pembunuh, karena rakyat Muslim Saudi tidak akan menerima jika kalian membukakan jalan bagi kaum Zionis menuju Mekkah dan Madinah al-Munawwarah dari atas reruntuhan Palestina, al-Quds dan Masjid al-Aqsa.”

Dari pihak pemerintah Iran sendiri, penasehat Menlu Iran Amir Abdollahian dalam mengomentari pernyataan Turki al-Faisal mengenai kematian pemimpin MKO Masoud Rajavi menegaskan bahwa mendukung terorisme dengan segala bentuknya sudah menjadi bagian dari kebijakan Arab Saudi.

“Badan keamanan Saudi memang menjalin hubungan luas terutama dengan kelompok ini (MKO) dalam beberapa tahun terakhir. Pernyataan itu menunjukkan bahwa dukungan dana dan keamanan Saudi kepada terorisme dalam segala bentuknya senantiasa ada dalam agenda kerja Riyadh,” katanya.

Menurut laporan Anadolu, al-Faisal dalam kata sambutannya pada konferensi tahunan kubu oposisi Iran di Paris itu menyatakan bahwa dukungan Iran kepada Hamas, Jihad Islam, dan Hizbullah ditujukan menebar kekacauan di Timteng.

Anadolu juga melaporkan bahwa sebelum Jihad Islam, Hamas juga sudah bereaksi keras terhadap pernyataan al-Faisal dan menyebutnya “kebohongan yang tak berdasar sama sekali, dan distorsi terhadap realitas dan kenyataan.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL