PALESTINIAN-ISRAEL-GAZA-CONFLICT

Dua roket pejuang Palestina yang diluncurkan dari Jalur Gaza ke Israel pada 11 Juli 2014. Foto diambil dari dari wilayah selatan perbatasan Gaza. Sumber: Time.

Washington, LiputanIslam.com – Republik Islam Iran kembali menjadi sasaran tuduhan Amerika Serikat dan Israel terkait dahsyatnya kekuatan Hamas dalam membalas serangan Israel ke Jalur Gaza. Keduanya mengutuk Iran karena, menurut mereka, telah membantu Hamas membangunan arsenal roket skala besar, termasuk rudal jarak jauh yang kini menyasak berbagai sasaran kota dan daerah di Israel.

“Siapa yang memberdayakan Hamas? Dari mana mereka mendapatkan roket? Jelas Iran,” kata Ed Royce, Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS Jumat (11/7), sebagaimana dikutip Time Sabtu (12/7).

Menurut Time, sudah lama para pejabat AS dan Israel mengendus “sidik jari” Teheran di arsenal roket Hamas. Karena itu, hal senada juga dikatakan oleh Duta Besar Israel di Washington, Ron Dermer.

“Iran terus menerus melakukan apa saja yang dapat ia perbuat untuk mendorong roket ke Gaza. Iran jelas merupakan pendukung Hamas, sedangkan Jihad Islam merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Iran,” tuduh Dermer. Jihad Islam adalah kelompok pejuang Palestina yang lebih kecil dari Hamas dan juga ikut beroperasi di Gaza.

Time menyebutkan bahwa isu yang berkembang ialah bahwa Iran telah mengapalkan roket-roketnya ke Gaza sejak beberapa tahun lalu. Roket-roket itu diangkut dari Iran ke Sudan, kemudian diboyong ke Semenanjung Sinai, Mesir, lalu diselundupkan ke Gaza melalui terowongan-terowongan bawah tanah rahasia di Mesir ke Jalur Gaza.

Time menambahkan, Hamas dapat berterima kasih kepada Iran atas beberapa roket mematikan yang telah mereka lesatkan ke Israel pekan ini. Roket itu tampaknya adalah jenis M-302 dengan jarak tempuh sekitar 100 kilometer sehingga dapat mengancam kota-kota Israel di wilayah utara sekalipun.

Menurut Time, Maret lalu Israel berhasil mencegat sebuah kapal yang mengangkut 40 buah roket M-302 yang katanya ditujukan ke Gaza. Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan lalu menyimpulkan bahwa roket itu berasal dari pelabuhan Bandar Abbas, Iran. pemerintah Israel tidak yakin bahwa itu merupakan satu-satunya kiriman dari Iran.

Tuduhan serupa juga dikemukakan koran Israel Yediot Aharonot Rabu (9/7) sembari mengutip pertanyataan narasumber militer Israel yang tak disebutkan namanya. Narasumber itu mengatakan, “Iran telah menyelundupkan ke Hamas rudal dengan jarak tempuh yang belum pernah ada sebelumnya (dalam perang Palestina-Israel), yaitu mencapai 110 kilometer.”

Menurut koran Israel tersebut, baru pertama kalinya kota Hadera mendapat serangan rudal dari Hamas, dan baru sekarang pula hal ini terjadi dalam sejarah perang Palestina-Israel.

Hingga kini belum ada komentar dari pemerintah Teheran terkait tuduhan AS dan Israel, walaupun berbagai media Iran juga turut memberitakan tuduhan tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL