Jenewa, LiputanIslam.com –  Penyelidik HAM PBB yang memimpin penyelidikan internasional atas kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi menyatakan bukti yang ada menunjukkan bahwa Khashoggi adalah korban “pembunuhan brutal dan terencana, yang direncanakan dan dilakukan oleh para pejabat Arab Saudi”.

Pelapor Khusus PBB Agnes Callamard, Kamis (7/2/2019), mengatakan bahwa timnya memiliki akses ke bagian dari “bahan audio yang dingin dan mengerikan” dalam pembunuhan yang diperoleh oleh intelijen Turki.

PBB dalam sebuah statemennya menyebut Saudi juga “secara serius meremehkan” upaya Turki menyelidiki kasus itu.

“Sangat menyedihkan waktu dan akses yang diberikan kepada penyelidik Turki untuk melakukan pemeriksaan dan pencarian TKP secara profesional dan efektif yang diperlukan oleh standar internasional untuk penyelidikan,” ungkap Callamard.

Dalam laporan mengenai misinya selama seminggu bersama timnya yang terdiri dari tiga ahli ke Turki Callamard juga mengaku telah meminta akses ke Arab Saudi.

Dia menilai “keprihatinan utama” terletak pada proses pengadilan 11 terdakwa yang menghadapi persidangan di Saudi atas pembunuhan Khashoggi.

Callamard berencana menyerahkan laporan final timnya kepada Dewan HAM PBB pada bulan Juni mendatang.

Khashoggi, penulis Saudi yang kritis terhadap Putra Mahkota dan penguasa de facto Saudi Mohammed bin Salman (MBS) terbunuh di dalam konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober tahun lalu, dan jenazahnya yang disebut-sebut telah dimutilasi dan bahkan dilarutkan dengan zat kini sampai sekarang belum ditemukan.

Agen intelijen AS telah berkesimpulan bahwa MBS adalah orang yang memerintahkan pembunuhan itu. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*