Kabul, LiputanIslam.com –  Pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyatakan tiga anggotanya tewas terkena serangan bom bunuh diri yang menyasar mobil patroli mereka di Charikar, Provinsi Parvan, Afghanistan timur.

NATO menambahkan bahwa serangan ini juga menewaskan dua tentara Afghanistan dan melukai satu tentara Amerika Serikat (AS).

Kelompok bersenjata Taliban melalui media sosial Twitter mengaku bertanggungjawab atas “ledakan yang ditujukan kepada pasukan pendudukan Asmerika di Charikar pagi ini (Ahad, 5/8/2018) dan menewaskan serta melukai delapan orang Amerika.”

Menurut NATO, serangan itu terjadi pada sekira pukul 6 pagi waktu setempat (01:30 GMT), dan tiga tentara yang tewas berasal dari Republik Ceko.

Serangan itu terjadi 13 bulan setelah tiga tentara AS ditembak mati oleh seorang anggota Taliban di provinsi Nangarhar, sekitar 300 km tenggara Parwan.

NATO telah menyelesaikan misi tempurnya di Afghanistan pada tahun 2014, tetapi masih mempertahankan sekitar 16.000 pasukannya di negara ini, termasuk sekira 14.000 pasukan AS, dengan dalih membantu melatih tentara Afghanistan.

Republik Ceko belum lama ini menyetujui rencana untuk mengerahkan 390 tentaranya di Afghanistan hingga tahun 2020 sebagai bagian dari operasi yang sedang berlangsung.

Tahun lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya akan terus berperang di Afghanistan dengan dalih demi menghindari akibat yang “dapat diprediksi dan tidak dapat diterima” dari penarikan dini pasukan AS dari Afghanistan di mana AS berperang sejak 2001.

“Penarikan tergesa-gesa akan menciptakan kekosongan di mana teroris, termasuk ISIS dan al-Qaeda, akan segera mengisi,” kata Trump.

Taliban yang  sempat berkuasa namun tersingkir oleh invasi AS ke Afghanistan pada tahun 2001 merupakan kelompok pemberontak terbesar di negara ini. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*