saudi yamanDamaskus, LiputanIslam.com – Militer Arab Saudi Minggu (27/9) menyatakan asisten komandan Divisi 8 Angkatan Bersenjata Saudi Brigjen Ibrahim Omar bin Ibrahim al-Hamzi tewas di rumah sakit ketika menjalani perawatan atas luka yang dideritanya akibat serangan yang berasal dari wilayah Yaman.

Sebagaimana dilaporkan situs berita Saudi al-Weaam, beberapa saat sebelumnya, komandan pasukan perbatasan Saudi di wilayah al-Harath, Kolonel Hassan Ghassum al-Aqili dan ajudannya Abdulrahman Hazari juga tewas akibat ledakan ranjau darat yang menerjang mobilnya di al-Khubah di kawasan Jizan.

Di pihak lain, 28 warga Yaman tewas dan 17 lainnya luka-luka terkena serangan udara Saudi di desa Bani Zila di provinsi Hajjah.

“Semula beberapa helikopter Saudi menembaki rumah-rumah penduduk desa, dan setelah penduduk berhamburan keluar rumah, mereka malah juga ditembaki,” kata seorang pejabat provinsi Hajjah dalam wawancara dengan kantor berita Yaman, Saba, Minggu kemarin.
Bersamaan dengan ini, jet tempur Saudi menebar maut di provinsi Ibb mengakibatkan lima penduduk tewas dan 13 lainnya luka-luka.

Seruan Sekjen PBB

Russia Today melaporkan bahwa Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir di New York, Amerika Serikar, meminta Saudi menghentikan serangan ke Yaman.

Sebelum itu Ban juga telah mengingat berbagai dampak buruk berlanjutnya serangan pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman.

Seruan Ban itu dikemukakan setelah serangan pasukan koalisi terbukti gagal menyukseskan ambisinya meskipun serangan udara mereka sudah berlangsung sekitar enam bulan, termasuk dengan mengerah senjata-senjata terlarang.

Ban menegaskan bahwa krisis Yaman sebaiknya diselesaikan melalui jalur politik dan damai yang melibat semua kelompok Yaman yang bertikai.

Seperti diketahui, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menebar bom di Yaman sejak Maret lalu menyusul tersingkirnya Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi yang notabene sekutu Saudi akibat revolusi yang dimotori oleh gerakan Ansarallah (Houthi). Semula Saudi bersumpah akan dapat membasmi milisi Ansarullah dalam waktu singkat, namun hingga kini Ansarullah yang didukung sebagian besar tentara Yaman masih solid dan terus melakukan perlawanan di sebagian besar wilayah Yaman.

Serangan Saudi dan sekutunya selain telah merenggut ribuan nyawa dan melukai ribuan lainnya serta menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi juga telah menimbulkan kehancuran berskala besar pada banyak fasilitas negara maupun properti masyarakat di berbagai kota dan daerah Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL