egypt blastKairo, LiputanIslam.com – Hari Jumat di Mesir tampaknya kerap menjadi hari berdarah di Mesir. Dalam peristiwa terkini, satu polisi tewas dan beberapa orang lainnya cidera terkena ledakan bom di ibu kota Mesir, Kairo, Jumat (2/5/2014). Di hari yang sama, dua serangan bom juga terjadi di wilayah konflik Semenanjung Sinai menewaskan satu tentara dan melukai empat orang lainnya.

Menurut laporan TV Mesir, serangan pertama menerjang sebuah pos polisi lalu lintas dekat sebuah gedung pengadilan di kawasan Helipolis di pinggiran timur kota Kairo. Serangan ini sengaja diarahkan terhadap pos tersebut sehingga satu polisi tewas dan beberapa lainnya cidera.

Ledakan di Kairo terjadi beberapa lama setelah dua ledakan bom mengguncang kota el-Tor di wilayah selatan Semenanjung Sinai. Ledakan pertama diarahkan terhadap sebuah pos militer hingga menewaskan satu tentara dan menciderai lima lainnya. Sedangkan ledakan kedua menerjang sebuah bus milik perusahaan yang bergerak di bidang wisata di jalan antara kota el-Tor dan kawasan wisata pantai Sharm el-Sheikh. Ledakan ini mengakibatkan empat karyawan perusahaan yang berada di dalam bus menderita luka-luka.

Menurut Ahram Online, dua ledakan yang terjadi di kota el-Tor merupakan aksi bom bunuh diri. Dengan demikian, selain membunuh dan melukai sasaran, dua bom tersebut juga menewaskan dua pelakunya.

Hingga kini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggungjawab atas tiga serangan tersebut.

Sementara itu, Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) menolak permintaan Ikhwanul Muslimin (IM) supaya dilakukan penyelidikan terhadap kejahatan anti kemanusiaan di Mesir. Situs Ahram Online yang berbasis di Mesir melaporkan, ICC Kamis (1/5/2014) telah menolak permohonan yang diajukan IM supaya dilakukan penyelidikan mengenai dakwaan mengenai kejahatan anti kemanusiaan di Mesir.

“Komunikasi yang mengupayakan penerimaan yurisdiksi ICC atas Mesir telah dihentikan karena dilakukan bukan atas nama negara yang bersangkutan,” ungkap pejabat ICC, sebagaimana dikutip Ahram Online. Permohonan tersebut diajukan atas nama Partai Kebebasan dan Keadilan yang merupakan partai presiden Mesir terguling Mohammad Mursi. (mm/presstv/ahram)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL