truk turkiAnkara, LiputanIslam.com – Situs berita analisis al-Monitor belum lama ini mengutip keterangan militer Turki bahwa badan intelijen negara ini, MIT, telah mengirimkan senjata kepada jaringan teroris al-Qaeda.

Al-Monitor melaporkan bahwa bocornya dokumen rahasia mengenai pemeriksaan tiga unit truk milik MIT kembali mencuatkan kecurigaan mengenai ketidak transparan pemerintahan Ankara dalam masalah Suriah. Dokumen itu menunjukkan bahwa tiga truk itu telah digunakan untuk mengirim senjata berupa roket, mortir dan amunisi anti serangan udara untuk al-Qaeda.

Namun demikian, masyarakat Turki tidak dapat menyaksikan dokumen itu melalui media karena pemerintah Ankara segera membuat persiapan untuk menerbitkan keputusan pengadilan yang melarang publikasi berita mengenai skandal tersebut.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ketika masih menjabat sebagai perdana menteri pernah mengatakan, “Anda tidak dapat mencegat pergerakan dan memeriksa truk-truk milik badan intelijen nasional.” Dia juga mengatakan bahwa kendaraan itu membawa bantuan kemanusiaan untuk penduduk suku Turkmen.

Sejak itu Erdogan dan perdana menterinya, Ahmad Davotoglu dalam banyak kesempatan selalu mengatakan bahwa truk-truk itu membawa bantuan untuk warga Turkmen.

Jaksa penuntut umum Aziz Takci yang menginstruksikan pemeriksaan terhadap truk-truk itu akhirnya dicopot dari jabatannya, sementara 13 tentara yang terlibat dalam pemeriksaan juga diadili dengan dakwaan melakukan aksi spionase.

Al-Monitor melanjutkan bahwa meskipun skandal ini telah membuat Turki terbelah, namun pemerintah Ankara tetap melanjutkan taktiknya menutup-nutupi masalah itu.

Sebuah pengadilan Turki melarang semua media cetak, visual dan internet memberikan laporan mengenai pencegatan dan pemeriksaan truk-truk tersebut. Selain itu, semua konten media online yang pernah mengemuka soal ini juga sudah dihapus. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*