Thamer Al-Sabhan

Washington, LiputanIslam.com –  Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad Bin Salman (MBS) yang secara de facto berkuasa di negara ini adalah orang yang bersandar pada sekelompok kecil penasehat dalam mengelola urusannya, namun ada sosok pria berusia 50 tahun yang dilaporkan sebagai aktor kunci di balik aneka peristiwa yang terjadi belakangan ini.

Sputnik dan AP melaporkan bahwa sosok itu tak lain adalah Thamer Al-Sabhan, Menteri Saudi Urusan Teluk yang juga bertanggungjawab melawan pengaruh Iran sehingga dia pula aktor di balik upaya menyingkirkan Saad Hariri dari jabatan perdana menteri Lebanon namun gagal.

Al-Sabhan adalah orang yang paling intensif menyertai MBS dalam kampanye anti Iran dan sekutunya, terutama dengan menebar pernyataan-pernyatan panas melalui media sosial Twitte, sebagaimana terlihat sebelum dan sesudah pengunduran diri Hariri.

Disebutkan bahwa Al-Sabhan mula-mula mengadakan pertemuan dengan Hariri di Beirut, ibu kota Lebanon, dan di situ dia mengingatkan Hariri agar jangan sampai mengendurkan sikapnya terhadap Hizbullah, dan setelah itu Al-Sabhan muncul di sebuah stasiun TV Lebanon dengan melontarkan peringatan terhadap kemungkinan terjadinya perkembangan mengejutkan di Lebanon untuk menjatuhkan Hizbullah.

Menurut laporan tersebut, hingga batas tertentu Saudi berhasil menekan Hizbullah, tapi hasilnya secara keseluruhan menunjukkan bahwa Saudi kalah telak.

Laporan itu kemudian menyorot dua peristiwa penting lain yaitu dua kunjungan petinggi Saudi ke Amerika Serikat (AS). Pada Marat lalu Al-Sabhan ke Washington, AS, bersama MBS yang pada bulan Juli kemudian dinobatkan sebagai pewaris tahta kerajaan. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memperkuat hubungan Riyadh dengan presiden baru AS Donald trump, tapi kunjungan selanjutnya yang dilakukan pada bulan November ini ternyata tak seperti diharap Al-Sabhan.

Disebutkan bahwa beberapa hari setelah pengunduran diri Hariri, Al-Sabhan menemui para pejabat Kemlu, Kemhan, dan Dewan Keamanan Nasional AS di Gedung Putih. Namun, di luar dugaan Al-Sabhan, alih-alih mendapat dukungan dan pujian dari para pejabat AS, dia malah mendapat cemoohan dari mereka, dan bahkan diseru agar menghentikan cuitan provokatif di Twitter.

Menurut keterangan sumber anonim yang mengetahui hasil pertemuan itu, mereka juga menyoal Al-Sabhan siapa yang memberinya hak merusak stabilitas Lebanon di saat di AS masih mendukung angkatan bersenjata Lebanon, dan ketika Lebanon masih menampung lebih dari dua juta pengungsi Suriah.  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL