perang minyak irakBerlin, LiputanIslam.com – Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak lagi menikmati sumber harta dan kekayaan yang berlimpah ruah, karena organisasi transnasional ini sudah kehilangan sedikitnya tiga sumur minyak di Irak, dan sekarangpun mereka sudah berada di ambang kehancuran. Demikian disebutkan harian Jerman Süddeutsche Zeitung (SZ), sebagaimana dilaporkan AFP.

Dalam nomornya yang terbit Kamis (9/4/2015), SZ mengutip keterangan badan intelijen luar negeri Republik Federal Jerman (Federal Intelligence Service/BND) memberitakan bahwa ISIS sekarang hanya menguasai satu sumur minyak dan sudah kehilangan banyak sumur minyak akibat gencarnya operasi penumpasan teroris oleh pasukan Irak.

SZ juga menyebutkan bahwa pencitraan satelit dari bulan lalu menunjukkan kelompok brutal dan ganas itu telah membakar dua di antara ladang-ladang minyak itu – yaitu ladang Himrin dan Ajil – ketika mereka melihat gerak maju pasukan kontra-terorisme Irak.

“Di mata BND, itu merupakan bukti bahwa IS (ISIS) sendiri tidak yakin dapat segera merebut kembali (wilayah yang hilang),” tulis SZ.

Menurut SZ, ladang minyak yang masih dikuasai ISIS sekarang hanyalah ladang Qayara  di bagian utara Irak, yang memiliki kapasitas produksi sekitar 2,000 ribu barel/hari.

Rabu (8/4/2015) pasukan Irak memulai operasi pembasmian teroris di kawasan al-Sajariya di timur kota Ramadi, provinsi Anbar. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL