bom masjid diyala irakBaghdad, LiputanIslam.com – Tiga tersangka pelaku peledakan bom terhadap jemaah Sunni di Masjid Mus’ab bin Umair di provinsi Diyala, Irak, tertangkap aparat keamanan negara ini, demikian dinyatakan Gubernur setempat, Amir al-Majmai, dalam statemennya Selasa (26/8), sebagaimana dilansir portal berita Irak al-Masalah.

“Tiga orang dari suku Zarkush bernama Monir Mazhar Hajim Sultan al-Zarkushi, Saddam Mazhar Hajim Sultan al-Zarkushi dan Salim Mazhar Hajim Sultan al-Zarkushi telah ditangkap karena terlibat dalam pembunuhan massal jemaah shalat di Masjid Musaab bin Umair,” kata al-Majmai.

“Mereka yang terlibat dalam aksi ini adalah anggota sebuah kelompok yang bermaksud menghancurkan persatuan nasional, kerukunan antarsuku dan menciptakan kekacauan di berbagai kawasan aman provinsi Diyala,” lanjutnya.

Dia menjelaskan bahwa kasus peledakan yang mendapat kecaman dari berbagai pihak dari dalam dan luar negeri, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), itu diselidiki polisi dengan kerjasama penduduk setempat hingga mengarah pada penangkapan terhadap tiga tersangka tersebut.

Dia menambahkan bahwa dewasa ini sedang diterapkan beberapa program baru untuk memulihkan keamanan di berbagai provinsi Diyala.
Serangan bom itu sendiri terjadi di desa Zarkush, provinsi Diyala, Jumat lalu (22/8), menggugurkan lebih dari 70 jemaah dan menciderai beberapa jemaah lainnya.

Serangan ini sempat membangkitkan isu konflik Sunni-Syiah, namun banyak kalangan menilai serangan itu dilakukan oleh kalangan yang tak bertanggungjawab dan sengaja membangkitkan permusuhan antara keduanya. Para ulama dan kalangan Syiah sendiri di dalam dan di luar negeri, termasuk pemerintah Iran, mengutuk keras serangan biadab tersebut. Mereka mendesak supaya peristiwa diselidiki dan diusut secara tuntas agar tidak terjadi fitnah.

Tentang ini, kepala suku suku Zarkushi, Syekh Samad Zarkushi, mengatakan, “Di kawasan Hamrain tidak ada kawanan bersenjata. Suku-suku Sunni dan Syiah kawasan ini berdampingan dan bahu membahu mendukung angkatan bersenjata Irak melawan gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).”

Dia menambahkan, “Para pelaku serangan bertujuan mengadu domba Sunni dan Syiah, dan pada dasarnya ingin mementahkan surat perjanjian antarsuku di kawasan ini yang menegaskan tidak boleh ada upaya menciptakan ketegangan antarsuku yang tinggal di Hamrain.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL