teroris sinai mesirKairo, LiputanIslam.com –  Kelompok radikal takfiri mengancam akan menghabisi para hakim pengadilan Mesir, sementara otoritas keamanan Mesir mengaku telah menghabisi delapan orang penganut takfiri. Takfiri adalah segala faham radikal yang mudah mengafirkan lawan pendapat di bidang keagamaan.

Seperti dilaporkan Arab Press Kamis (21/5), Abu Usamah al-Misri, komandan Wilayat Sinai, yaitu kelompok radikal Mesir yang terafiliasi dengan organisasi teroris takfiri ISIS memublikasikan rekaman audio berisikan seruan kepada semua anggota Wilayat Sinai supaya meneror para hakim Mesir.

“Para penindas telah melakukan kesalahan besar ketika mereka memenjarakan saudara-saudara kita,” bunyi rekaman itu.

Dia menyerukan supaya para anggota Wilayat Sinai memburu para hakim dan menghabisi mereka dengan berbagai cara yang memungkinkan, mulai dari membubuhkan racun pada makanan mereka, misalnya, hingga menghancurkan rumah mereka dengan bahan peledak.

Rekaman itu dipublikasi menyusuh peristiwa terbunuhnya tiga hakim Mesir akibat serangan teroris terhadap sebuah mobil di kota al-Arish di utara Semenanjung Sinai.  Sedangkan serangan itu terjadi menyusul keluarnya vonis hukuman mati bagi mantan presiden MesirMohamed Morsi , pemimpin Iklhawanul Muslim Mohammad Badie dan 160 orang lainnya.

Sementara itu, otoritas keamanan Mesir mengaku telah menghabisi delapan orang takfiri dan meringkus 16 orang terduga teroris di al-Arish.

“Angkatan bersenjata bekerjasama dengan diktorat keamanan dan pasukan keamanan pusat, keamanan nasional dan keamanan umum  telah melakukan operasi penggerebekan yang menyebabkan tewasnya delapan orang takfiri akibat tembakan artileri dan terlukanya tiga orang lain,” ungkap Direktorat Keamanan Sinai Utara dalam statemennya, Kamis (21/5), sebagaimana dilansir kantor berita Anatolia.

Statemen ini menambahkan, “Telah ditangkap pula 16 orang yang terduga (teroris), tujuh di antaranya adalah buronan aparat keamana, dan tiga orang lain cidera namun berhasil dilarikan oleh unsur-unsur takfiri.”

Mesir dilanda gelombang kekerasan sejak terjadi peristiwa kudeta militer terhadap presiden Mohamed Morsi pada tahun 2013. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL