pasukan-afghanistan-di-kabulKabul, LiputanIslam.com –  Sedikitnya 14 orang meninggal dunia dan sekitar 40 lainnya luka-luka akibat serangan kawanan bersenjata, Selasa malam (11/10/2016), terhadap warga bermazhab Syiah yang berkumpul di sebuah Husainiyyah di Kabul, ibu kota Afghanistan, untuk memperingati peristiwa Asyura, yaitu tragedi pembantaian  cucunda Nabi saw, Sayyidina Husain ra, oleh pasukan Yazid bin Muawiyah pada tahun 61 H/680 M.

Saksi mata menyebutkan bahwa ketika ratusan warga Syiah berkumpul di Husainiyah Kati Sakhi, tiba-tiba ada beberapa orang bersenjata mengenakan seragam polisi menyerang dan kemudian terdengar suara ledakan.

Juru bicara Kemendagri Afghanistan Sadiq Sadiqi mengatakan bahwa serangan itu menyebabkan 13 warga sipil dan satu polisi terbunuh. Kementerian Kesehatan Afghanistan menyebutkan bahwa lebih dari 40 lainnya luka-luka, termasuk sedikitnya 15 perempuan.

Setelah lebih dari dua jam, pasukan elit Afghanistan berhasil membunuh pelaku penyerangan.

“Di situ ada perempuan, anak kecil, dan remaja berdoa di dalam Husainiyah,” ungkap Shari, 48 tahun, salah satu peserta acara peringatan tersebut.

Farad Alamdar, warga yang sudah mengikuti acara peringatan itu selama beberapa hari berturut-turut, mengatakan: “Pada hari-hari sebelumnya, ada banyak petugas keamanan. Saya tidak tahu mengapa hari ini tidak banyak petugas keamanan. Mereka bahkan tidak memeriksa mobil. Pada saat makan malam saya sempat berbicara tentang itu dengan sepupu saya, bahwa penyerang bisa datang dari mana saja.”

Polisi mengatakan bahwa kawanan teroris meledakkan dua bom dalam serangan tersebut. Dan hingga kini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggungjawab atas serangan ini.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengutuk serangan ini dan menyebutnya “kejahatan anti kemanusiaan.”  Dia menyerukan kepada semua pihak dan kelompok di Afghanistan agar “menindak tegas musuh-musuh negara ini.”

Husainiyah Kati Sakhi terletak di bagian barat Kabul dekat Universitas Kabul dan di situ banyak warga Syiah tinggal.

Dalam peringatan Hari Asyura, warga di sana, terutama anak-anak muda, melakukan prosesi dengan mengenakan pakaian serba hitam dan membawa bendera hitam untuk menandai dukacita mereka atas tragedi pembunuhan Sayyidina Husain ra.

Warga Syiah Afghanistan sudah berulangkali mendapat serangan dari para teroris takfiri, dan yang terakhir di antaranya ialah serangan teroris ISIS pada 23 Juli lalu di pusat kota Kabul yang mengakibatkan 84 orang terbunuh  dan 130 lain luka-luka.  (mm/afp/ap)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL