Mideast SyriaBeirut, LiputanIslam.com –   Sebanyak 20 unit bus khusus untuk evakuasi penduduk dua distrik pendukung pemerintah Suriah di barat laut negara ini mendapat serangan dari teroris, namun hal ini tidak sampai menangguhkan preses implementasi sepenuhnya kesepakatan evakuasi penduduk di Aleppo.

Puluhan bus itu diserang, Minggu ((18/12/2016), ketika sedang menunggu perintah untuk memasuki distrik al-Fu’ah dan Kafriya yang dikepung oleh kawanan teroris di Idlib karena mayoritas penduduk dua daerah ini mendukung pemerintah Suriah. Sesuai kesepakatan segi tiga Rusia, Iran dan Turki, evakuasi penduduk dua distrik ini juga terkait dengan dengan kesepakatan mengenai evakuasi ribuan orang yang dikepung oleh tentara Suriah di Aleppo.

Al-Fu’ah dan Kafriya dikepung oleh sekitar 20,000 teroris, dan sedikitnya lima unit bus diserang sebelum masuk ke dua daerah ini untuk evakuasi penduduk.

Mereka menurunkan pengemudi lalu membakar beberapa unit bus dan tanki bahan bakar hingga semuanya hangus. Serangan ini terjadi setelah lima bus lain sudah masuk ke dua distrik itu.

“Ada kehendak bersama untuk menjalan kesepakatan, tapi ada pula kendala-kendala yang harus diatasi,” ujar sumber militer Suriah kepada AFP.

Sejauh ini masih simpang siur mengenai kelompok mana yang menyerang bus milik pemerintah Suriah tersebut.

Lembaga Observatorum Suriah untuk HAM (SOHR) menyatakan terjadi perselisihan antara kelompok teroris Ahrar Sham dan Jabhat al-Nusra yang belakangan berganti nama menjadi Jabhat Fath al-Sham (Jafash) mengenai evakuasi.

Sebanyak puluhan unit bus, Minggu, telah masuk ke kantung terakhir yang dikuasai oleh kawanan bersenjata di kota Aleppo sebagai persiapan untuk memulai lagi proses evakuasi ribuan warga sipil dan kawanan bersenjata yang dikepung oleh pasukan Suriah sejak lima bulan lalu.

Para pejabat PBB mengumumkan dimulainya lagi proses evakuasi di Aleppo timur dengan menggunakan bus dan ambulan.

Seperti diketahui, kawanan bersenjata di Aleppo timur belakangan ini menerima kekalahannya dalam perang melawan pemerintah Suriah, sehingga bersedia untuk dievakuasi ke kawasan lain yang masih dikuasai kawanan bersenjata. Namun, proses evakuasi beberapa kali tertunda akibat adanya berbagai gangguan.

Dewan Keamanan PBB rencananya hari ini, Senin (19/12/2016), akan memberikan suara untuk draf resolusi usulan Perancis yang sudah dikoreksi oleh Rusia mengenai Aleppo. Beberapa sumber diplomatik menyatakan sudah ada kesepakatan para anggota dewan ini mengenai draf resolusi ini, yang mencanangkan pengawasan PBB terhadap proses evakuasi orang-orang yang masih tersisa di beberapa kawasan di Aleppo timur. (mm/rayalyoum/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL