NewYork, LiputanIslam.com –  Wakil Tetap Wakil Rusia untuk PBB, Vladimir Safronkov, memberitahu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adanya rencana provokasi baru serangan senjata kimia oleh kawanan teroris di Idlib, Suriah.

“Lebih banyak laporan yang muncul tentang gerakan mencurigakan dari Jabhat Al-Nusra dan White Helmets dengan zat beracun,” katanya dalam sidang Dewan Keamanan PBB mengenai situasi kemanusiaan di Suriah, Senin (29/10/2018).

Para diplomat Rusia telah berulang kali mengingatkan soal provokasi yang direncanakan dengan dugaan penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil yang diplot oleh White Helmets untuk menyalahkan pemerintah Suriah atas serangan tersebut dan membenarkan serangan udara Barat terhadap Suriah.

Mengenai perjanjian Rusia-Turki tentang de-eskalasi di Idlib, Safronkov menyebutnya sebagai tindakan sementara dan bukan berarti bahwa pemberantasan terorisme di Suriah dihentikan.

“Perlu dicatat bahwa perjanjian de-eskalasi pada awalnya dilihat sebagai tindakan sementara, dan tugas menghilangkan kehadiran teroris di Suriah masih dalam agenda,” katanya.

Perundingan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di  Sochi, Rusia, pada 17 September lalu telah menghasilkan kesepakatan pengadaan zona demiliterisasi di Idlib, di sepanjang garis kontak antara pasukan pemerintah dan oposisi.

Sesuai perjanjian ini, semua senjata berat harus ditarik dari zona ini, dan kontrol di zona ini akan dilakukan oleh kelompok patroli mobil pasukan Turki dan kesatuan polisi militer Rusia. (mm/tass)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*