hezbollah lebanon4TelAviv, LiputanIslam.com – Rezim Zionis Israel masih dilanda kecemasan terhadap kekuatan militer Hizbullah dan menganggapnya sebagai “musuh berat” meskipun milisi yang berbasis di Lebanon ini terlibat perang di Suriah. Demikian terungkap dalam laporan evaluasi Direktorat Intelijen Militer Israel (Aman) mengenai kawasan sekitar Israel tahun 2015.

Sebagaimana diberitakan koran Israel Haaretz, Kamis (25/12), laporan itu dmenyebutkan bahwa dalam krisis Suriah yang sudah berjalan empat tahun tidak ada pihak yang dapat membasmi pihak lain dan kedua pihak (pemerintah dan oposisi) sekarang berada dalam posisi seimbang.

Laporan itu menilai bahwa pada tahun 2015 pemerintah Suriah tetap bertahan, namun kekuasaannya di masa mendatang hanya akan terbatas di Damaskus, Rif Damaskuss hingga bagian barat laut negara ini serta Aleppo dan beberapa kota pantai yang dihuni oleh penduduk Alawi.

Mengenai Hizbullah, Aman menyebutkan bahwa meskipun Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak mengharapkan konfrontasi dengan Israel, tetapi keberadaan Hizbullah di sisi pemerintahan Assad menimbulkan kekhawatiran di tengah para pejabat Departemen Pertahanan Israel terhadap kemungkinan terjadinya serangan terhadap Israel di Dataran Tinggi Golan.

Aman memperkirakan milisi Hizbullah di Suriah sekitar 5000 orang, sementara di dalam Lebanon sendiri milisi ini telah menjadi benteng yang membendung infiltrasi kelompok ekstrimis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Departemen Pertahanan Israel menilai Hizbullah sudah sangat berpengalaman dalam menangani kelompok ekstrimis karena terlibat langsung dalam perang di Suriah untuk membantu pemerintahan Bashar al-Assad. Aman bahkan mengklaim Hizbullah telah mengirim sekelompok kecil personilnya ke Irak untuk membantu kaum Syiah Irak menumpas ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL