Kota Ain al-Fijah di bagian barat provinsi Damaskus, Suriah.

Damaskus, LiputanIslam.com –  Setelah terkepung dari berbagai arah, kawanan bersenjata akhirnya bersepakat dengan Pasukan Arab Suriah (SAA) untuk keluarnya mereka dari kawasan Wadi Barada di barat Damaskus, ibu kota Suriah, ke kota Idlib, dengan mediasi Jerman, Kamis (19/1/2017).

Kelompok-kelompok teroris menduduki sumber air Ain al-Fijah sejak 22 Desember 2016 kemudian melakukan sabotase air sebagai senjata untuk menekan pemerintah Damaskus dengan cara merusak instalasi pompa air.

Sesuai kesepakatan ini, tim rekonstruksi instalasi sumber air Ain al-Fijah akan segera didatangkan bersamaan dengan berkumpulnya kelompok-kelompok bersenjata di desa-desa sekitar. Kesepakatan ini juga menyelesaikan masalah militan yang ingin menetap, sementara militan yang menolak penyelesaian itu dipersilahkan mendaftarkan nama mereka untuk pindah ke kota Idlib dengan perlindungan PBB dan disertai oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRS).

Delegasi pemerintah dan tim ICRS telah datang kawasan itu untuk kesepakatan gencatan senjata yang diberlakukan sejak Kamis.

Sebelumnya dilaporkan bahwa para teroris terkepung dari semua arah di kawasan Wadi Bardi setelah jalur suplai mereka dari luar wilayah ini diputus oleh SAA dan pasukan Hizbullah.  Disebutkan bahwa SAA dan sekutunya masih menggunakan taktik yang sama, yaitu mengepung pihak lawan agar mereka menyerah dalam arti bersedia angkat kaki ke Idlib, sebagaimana terjadi sebelumnya di Homs dan Aleppo.

Sementara itu, Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) melaporkan 12 anggota SAA dan 18 teroris ISIS tewas dalam pertempuran sengit dekat pangkalan udara T4, provinsi Homs, di hari yang sama. Sejak beberapa pekan lalu ISIS berusaha bergerak maju ke pangkalan itu untuk memutus jalur yang menghubungkan kota Homs dengan kota Palmyra (Tadmur) bagi SAA.

“12 tentara pemerintah terbunuh, tujuh di antaranya diterjang bom bunuh diri,” ungkap SOHR sembari menyebutkan bahwa 18 teroris ISIS juga tewas, termasuk akibat serangan udara.

Kantor berita Suriah, SANA, menyebutkan hari itu SAA dan sekutunya berhasil menguasai sebuah bukit yang menghadap ke jalur Fasfat melalui serangan yang menewaskan puluhan teroris ISIS.

Disebutkan pula bahwa beberapa jet tempur Suriah menghancurkan dua tank, satu mobil lapis baja, beberapa mobil pembawa senapan otomatis, dan sejumlah peralatan tempur lain yang digunakan oleh ISIS di sekitar pangkalan udara T4.

Pada 11 September 2016 ISIS berhasil menguasai lagi kota Palmyra setelah mereka terusir dari sana pada Maret di tahun yang sama.

Pasukan pemerintah Suriah beberapa waktu dikabarkan telah memulai operasi pembebasan Palmyra, namun hingga kini belum ada laporan lagi mengenai perkembangan operasi untuk merebut kembali kota purbakala tersebut. (mm/rayalyoum/sana)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL