Mosul, LiputanIslam.com –  Radio al-Bayan milik kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berhenti mengudara sejak Sabtu kemarin (25/2/2017), setelah sekira dua tahun beroperasi.

Aktivis HAM Mosul Luqman Omar al-Tha’i mengatakan kepada Anadolu bahwa ISIS telah kehilangan “mimbar terakhirnya” di Mosul setelah Radio al-Bayan miliknya berhenti beroperasi.

“Serangan udara terhadap antena pemancar di sisi kanan (Mosul barat) telah membungkam suara media ISIS yang merupakan media terakhir miliknya di kawasan ini,” tutur al-Tha’i.

Radio al-Bayan dioperasikan ISIS dengan lima bahasa; Arab, Kurdi, Inggris, Perancis dan Rusia sejak awal tahun 2015 setelah kelompok teroris ini menguasai sebuah stasiun radio milik lembaga pemerintah Irak di kota ini pada Juni 2014.

Sementara itu, Brigade Hizbullah Irak, Sabtu (25/2/2017), mengaku telah memantau adanya operasi pengiriman paket-paket bantuan yang dijatuhkan dari udara dengan menggunakan perasut untuk kelompok teroris ISIS di Tal Afar, barat Mosul.

Pihak  intelijen Brigade Hizbullah memastikan bahwa paket-paket bantuan itu diterjunkan oleh beberapa helikopter milik AS di kawasan-kawasan yang dikuasai ISIS di Tal Afar. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL