demo anti saudi di iranTeheran, LiputanIslam.com – Tragedi Kamis berdarah Mina, Mekkah, Arab Saudi, menimbulkan kegeraman di tengah umat Islam Iran yang juga kehilangan banyak jiwa anggota jemaah hajinya. Teheran, ibu kota Iran dan berbagai kota lain di negara ini Jumat (25/9) dilandai aksi unjuk rasa mengutuk “Ketidak becusan Saudi dalam mengelola urusan haji”.

Menurut laporan Rai al-Youm, Jumat (25/9), kecaman terhadap Saudi tidak hanya datang dari Iran, tapi juga dari beberapa negara lain atas tragedi yang menelan korban jiwa lebih sekitar 1300 orang, 131 di antaranya adalah jemaah haji Iran, di lokasi pelemparan Jamarat.

Massa di Teheran menggelar pawai usai mengikuti shalat Jumat dengan mengenakan pakaian serba hitam sebagai tanda berkabung. Dalam aksi itu, selain mengutuk Saudi, mereka juga mengutuk Israel dan Amerika Serikat (AS) yang mereka sebut “kekuatan mustakbir/arogan”.

Dalam statemennya para pengunjuk rasa menyebut dinasti Saudi sebagai “rezim bersimbah darah, tak becus, dan mengancam negara-negara kawasan dengan cara menyokong kawanan teroris Wahabi takfiri serta memaksakan perang terhadap rakyat Yaman.”

Massa menuding Saudi “tak berkompeten menangani urusan haji dan telah berlepas tangan dari tanggungjawab dan kewajibannya menjaga keamanan dan keselamatan para tamu Sang Maha Pengasih.” Massa juga mendesak semua pihak terkait di Iran dan negara-negara lain supaya melakukan tindakan untuk “mencegah tersia-siakannya hak para korban jiwa dan luka tragedi Mina.”

Sebelumnya, pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei mengumumkan masa berkabung tiga hari atas tragedi Mina yang juga menjatuhkan korban luka sebanyak lebih dari 2000 orang tersebut.

Pemerintah Saudi sendiri berjanji untuk melakukan penyelidikan “dengan cepat dan transparan” atas insiden terburuk musim haji dalam 25 tahun terakhir itu.

Trauma Para Jemaah Haji

Jemaah haji Mesir, Mohammad Hassan, 39 tahun, mengaku trauma dan takut kejadian serupa terulang lagi akibat “buruknya pengelolaan” terhadap gerakan jutaan jemaah haji yang berkumpul di Mina yang berjarak beberapa kilometer dari Mekkah al-Mukarramah.

Satu lagi jemaah haji Mesir bernama Ahmad mengatakan, “Saudi mengeluarkan banyak dana untuk urusan haji, tapi manejemennya buruk.”

Zaid Bayat, seorang pekerja asal Afrika Selatan mengatakan kepada kantor berita negaranya, “Orang-orang berdesakan, berjatuhan … ada yang berusaha bangkit lagi… dan banyak yang mati di depan mata kami.”

Amino Abu Bakar, reporter AFP asal Nigeria yang kebetulan saat itu juga menunaikan ibadah haji mengatakan, “Saat itu tak kesempatan lagi untuk bermanuver.” Dia menambahkan bahwa ada para jemaah haji yang mengatakan anak-anak kecil mati meskipun orang-orang tua mereka berusaha menyelamatkannya di dekat lokasi perkemahan.

Tragedi berdarah di Mina terjadi dua pekan setelah tragedi ambruknya derek raksasa yang menimpa bagian bangunan Masjidil Haram di Mekkah al-Mukarramah hingga merenggut 109 nyawa jemaah haji pada 11 September lalu.

Kecaman Dari Turki

Di Ankara, ibu kota Turki, Wakil Ketua Partai Keadilan dan Pembangunan Islam (AKP) yang berkuasa di negara ini, Mohammad Ali Shahin, menyatakan negaranya akan bisa bekerja lebih baik daripada kinerja Saudi dalam memanej haji.

“Apakah kita dapat bicara soal takdir atas apa yang terjadi? Di sini ada kelalaian dalam pengamanan, dan para korban ini adalah akibat kelalaian ini,” kata mantan anggota kabinet Turki itu.

Dia menambahkan, “Seandainya Turki yang menangani urusan haji, niscaya negara ini akan memenej sedemikian rupa hingga tak akan ada siapapun yang mengalami gangguan, dengan izin Allah.”

Ungkapan senada juga dikemukakan oleh Kepala Urusan Keagamaan Turki. Menurutnya, jelas ada masalah dalam pengelolaan haji. Kami yakin bahwa sudah seharusnya dilakukan pertemuan internasional untuk mengamankan urusan haji,” katanya.

Meski demikian, Presiden Turki Recep Tayip Erdogan tampak berhati-hati dan tidak mau menyalahkan pemerintah Saudi. Menurutnya, pemerintah Saudi pasti sudah bekerja maksimal sehingga tidak bisa dengan serta disalahkan.

Hingga Jumat kemarin pemerintah Saudi belum mengeluarkan data mengenai kewarganegaraan para korban meninggal dunia tragedi Mina, namun beberapa negara sudah menyebutkan jumlah warganya yang meninggal.

Otoritas Saudi menyatakan sebanyak lebih dari 1,4 juta jemaah haji mancanegara berdatangan ke Mekkah untuk menunaikan manasik haji, sedangkan jamaah haji dari dalam negeri berjumlah sekitar 600,0000 orang.

Kebakaran Tenda di Mina

Badan Administrasi Perlindungan Sipil Arab Saudi menyatakan telah terjadi kebakaran pada tenda 8 jemaah haji Mesir akibat percikan api dari dapur pertendaan jemaah Mesir di sekitar jalan baru yang menjadi lokasi terjadinya tragedi berdarah yang menjatuhkan ribuan korban jiwa dan ribuan korban luka.

Menurut al-Youm7, jemaah haji Mesir panik, ketakutan dan segera keluar dari tenda, serta terdengar teriakan permintaan tolong terutama dari jemaah haji perempuan. Beberapa menit kemudian sebanyak 8 unit mobil damkar datang ke lokasi dan memadamkan kobaran api.Belum ada laporan mengenai korban yang mungkin jatuh akibat insiden itu.

Seperti diketahui, beberapa insiden buruk telah terjadi pada musim haji tahun. Insiden pertama terjadi 11 September berupa ambruknya crane atau derek raksasa hingga menimpa bagian bangunan Masjidil Haram dan menjatuhkan korban meninggal sebanyak 107 orang dan korban luka 238 orang.

Insiden kedua terjadi 17 September lalu berupa kebakaran di sebuah hotel yang menyebabkan sebanyak lebih dari 1000 jemaah terpaksa diungsikan untuk sementara waktu.

Insiden ketiga adalah kebakaran di lantai 11 sebuah hotel yang juga menampung jemaah haji, hingga membuat sebanyak 1500 jemaah terpaksa keluar dari hotel. Empat jamaah asal Yaman dilaporkan menderita luka akibat insiden buruk ini.

Tragedi demi tragedi datang bertubi-tubi ketika Saudi sedang memimpin atraksi pembantaian dan pembumi hangusan di Yaman. Karena itu sebagian orang menduga konsentrasi pemerintah Saudi saat ini terpecah sehingga tidak maksimal dalam pengelolaan jutaan jemaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL