israel-iran-warTel Aviv, LiputanIslam.com – Israel kembali memperlihatkan tanda-tanda frustasinya menyaksikan perkembangan situasi Timur Tengah, khususnya menyangkut Iran.

Kepala Bagian Politik-Militer Departemen Pertahanan Israel, Amos Gilad, mengaku negaranya di masa mendatang akan berhadapan dengan badai besar dan tidak akan sanggup mencegah perkembangan arsenal rudal milisi Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

“Hari ini adalah hari yang menyenangkan, namun di ufuk sana terdapat mendung dan badai. Rakyat tidak mempercayainya sampai keduanya datang,” ramal Gilad Senin (19/5) dalam sebuah konferensi keamanan yang diselenggarakan oleh bagian publikasi Departemen Pertahanan Israel dan Asosiasi Artileri Israel, sebagaimana dikutip The Jerussalem Post.

Dia menyebut proyek nuklir Iran sebagai ancaman terbesar bagi Israel serta menilai Iran dapat membuat bom nuklir kapanpun negara republik Islam ini menghendakinya.

“Mereka sudah bertekad meraih senjata nuklir. Mereka ingin mendapatkan situasi di mana (Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah) Khamenei bertanya kepada (Ali Akbar) Salehi (Ketua Badan Tenaga Atom Iran), ‘Dapatkah kita mengembangkan senjata nuklir?’ Dan jawabannyapun harus, ‘Ya, kami bisa,’” ujar Gilad.

Menurut Gilad, Teheran terus memperkuat persenjataan Hizbullah, rela mengeluarkan dana milyaran dolar AS demi Hizbullah, dan sekarang milisi ini sudah memiliki 100,000 rudal. “Ini sudah menjadi ancaman militer, dan bukan lagi sekedar ancaman teroris… (Israel) tidak sanggup mencegah (kekuatan rudal) Hizbullah,” keluh dia.

Dia kemudian menyinggung kemelut Suriah. Dia mengatakan bahwa sekarang terdapat dua cabang Qaeda yang “aktif secara tanpa batas” di Suriah. Dia menjelaskan dewasa ini terdapat sebanyak 1,500 warga negara Eropa yang menjadi anggota dua kelompok tersebut. “Cepat atau lambat,” ujar dia, “mereka akan melancarkan serangan teroris yang mengguncang di Eropa atau Israel.”

Amos Gilad mengklaim bahwa al-Qaeda eksis di Suriah dan Lebanon, dan mereka sudah berulang kali mencoba menyerang Israel namun selalu gagal.

Di bagian akhir statemennya, dia kembali menyorot proyek nuklir Iran. Dia mengatakan, “Israel sekarang sanggup merespon ancaman, namun ketika Teheran sudah meraih bom nuklir dan mulai terjadi persaingan senjata di tengah negara-negara Arab maka Timur Tengah akan berubah menjadi jahannam.” (mm/thejerussalempost)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL