palestina hunger strikersRamallah, LiputanIslam.com – Belasan kelompok peduli hak asasi manusia (HAM) Palestina dan Israel meminta kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE) Catherine Ashton supaya segera turun tangan terkait dengan nasib 125 tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan di penjara-penjara Israel.

Sebanyak 17 kelompok HAM dan Kementerian Palestina untuk Urusan Tahanan Senin (2/6) melayangkan surat kepada Ashton berisikan desakan supaya EU peduli kepada kondisi para tahanan Palestina tersebut.

Para tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan telah bertambah menjadi 290 orang, 70 di antaranya telah dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kondisi kritis.

125 tahanan telah berhenti makan sejak lebih dari tujuh minggu lalu. Mereka melakukan aksi ini untuk memrotes tindakan Israel menerapkan “tahanan administratif” yang membolehkan otoritas keamanan Israel untuk memenjarakan orang-orang Palestina dalam jangka waktu singkat tanpa proses pengadilan atau memenjarakan mereka sampai enam bulan, dan setelah enam bulanpun masih dapat dipanjang lagi hingga jangka waktu yang tidak jelas.

Surat yang ditujukan kepada Ashton antara lain menyatakan, “Kami mengharapkan kepedulian Anda kepada perkembangan kondisi para pelaku mogok makan yang dilakukan oleh sekitar 125 tahanan Palestina, serta meminta intervensi Anda secara mendesak atas nama mereka.”

Surat itu juga menyebutkan, “Kami sudah berada di tahap kritis, dan jika tidak ada intervensi segera maka akan terjadi konsekuensi yang mengerikan bagi seluruh pemogok.”

Pada tahun 2012 lebih dari 1,500 tahanan Palestina melancarkan aksi mogok makan selama empat minggu. Aksi itu berakhir setelah Tel Aviv bersedia untuk tidak memberlakukan lagi apa yang disebut penahanan administratif.

Para pejabat Palestina meminta para pemimpin Arab turun tangan supaya keadaan para tahanan Palestina tersebut tidak semakin memburuk.

Dilaporkan bahwa sejauh ini lebih dari 5,000 orang Palestina meringkuk di dalam penjara-penjara Israel. Dari total jumlah itu 200 orang berstatus sebagai tahanan administratif. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL