Amman, LiputanIslam.com –  Media online Rai al-Youm yang berbasis di London dan kerap menjadi salah satu sumber Liputan Islam mengaku mengetahui adanya “negosiasi rahasia yang sangat krusial” yang kini sedang berlangsung antara negara-negara Arab Teluk Persia di satu pihak dan Rusia di pihak lain. Temanya adalah proses politik untuk membatasi masa depan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Disebutkan bahwa komunikasi itu dihadiri Arab Saudi, Kuwait da Qatar melalui kanal Uni Emirat Arab.

“Dalam komunikasi ini negara-negara Arab Teluk itu telah menyampaikan kepada pihak Rusia bahwa mereka siap bekerjasama dengan strategi Moskow pasca al-Assad, berpartisipasi dalam rekonstruksi Suriah, dan berhenti menyokong kelompok-kelompok bersenjata sebagai konsesi atas dihentikannya jaminan hidup (dari Rusia) berkenaan dengan Presiden Bashar al-Assad,” tulis Rai al-Youm, Kamis (26/1/2017).

Media berbahasa Arab ini pimpinan Abdel Bari Atwan ini melaporkan bahwa negosiasi itu disebut-sebut “sangat penting dan krusial” karena negara-negara kaya minyak itu berasumsi harus menempuh segala cara untuk menyingkirkan Bashar al-Assad, tapi Rusia ternyata tidak menyetujui tawaran mereka tersebut.

Menurut Rai al-Youm laporan-laporan keamanan berkedok diplomatik menyebutkan bahwa negara-negara Arab Teluk itu menawarkan kepada Moskow “kerjasama tak terduga dan hingga batas paling maksimal” dengan syarat  Rusia berhenti mendukung pemerintahan Bashar al-Assad.

Terakhir media ini menyebutkan bahwa isi laporan-laporan itu juga menyebutkan bahwa Rusia telah meminta kepada negara-negara Teluk “kompensasi finansial” atas kerugian yang diderita Rusia akibat tindakan negara-negara Teluk menurunkan harga minyak dalam upaya mereka menekan Iran. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL