TelAviv, LiputanIslam.com –   Pasukan Pertahanan Israel (IDF)  menggelar latihan perang terbesar dalam 20 tahun terakhir di kawasan sekitar perbatasan Israel (Palestina pendudukan 1948) dengan Lebanon.

Petinggi militer Israel saat menyatakan hal ini menjelaskan bahwa latihan tempur ini bertujuan menyiapkan skenario perang melawan milisi Hizbullah dari wilayah perbatasan utara Israel, dan latihan ini dilaksanakan bersamaan dengan kian memanasnya hubungan Israel dengan Hizbullah dan Iran.

Laman media Israel, Yedioth Ahronoth Senin (4/9/2017), mengutip keterangan petinggi militer Israel bahwa latihan perang itu melibatkan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara dengan tujuan menggalang kesiapan pasukan “untuk menjaga stabilitas di wilayah utara.”

Pejabat militer yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menembahkan bahwa latihan perang tersebut akan berlangsung selama 11 hari, yaitu dari tanggal 4 sampai dengan 14 September 2017.

Latihan perang ini juga akan mengerahkan berbagai jenis senjata mutakhir, termasuk sistem pertahanan anti rudal dari berbagai generasi yang ada di Israel.

IDF menyatakan bahwa latihan perang ini sudah direncanakan sejak sekira satu tahun silam setelah Kepala Staf Umum IDF Gadi Eizenkot memberikan pengarahan ketika baru memangku jabatannya ini pada tahun 2015 sehingga latihan tempur itu lepas dari faktor upaya Iran memperkuat eksistensi militernya di Suriah.

Namun demikian, dalam beberapa bulan terakhir Israel sudah berulangkali mengungkapkan kegelisahannya terhadap eksistensi militer Iran di Suriah dan suplai senjata Iran kepada Hizbullah. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL