Ramallah, LiputanIslam.com – Empat warga Palestina telah tewas di tangan pasukan Israel dalam beberapa operasi militer terpisah di wilayah pendudukan Tepi Barat, dan tentara Zionis itu mengumumkan kota Ramallah sebagai zona militer tertutup.

Penutupan ini diumumkan menyusul penembakan yang menewaskan dua tentara oleh seorang warga Palestina di dekat pemukiman ilegal Ofra di timur Ramallah. Warga Palestina itu melarikan diri dengan mobilnya dari lokasi kejadian tanpa diketahui identitasnya.

Militer Israel dalam sebuah statemennya, Kamis (13/12/2018), menyatakan berusaha melakukan pengejaran di area dekat  jalur keluar masuk Ramallah.

Pembunuhan pertama terjadi pada Rabu malam ketika pasukan Israel menewaskan tiga warga Palestina dalam operasi terpisah dalam rentang waktu enam jam. Tiga warga Palestina itu adalah tersangka dalam dugaan serangan terhadap orang Israel.

Pada dini hari Kamis pasukan Israel juga menembak mati seorang warga Palestina yang dituduh membunuh dua pemukim Zionis di Tepi Barat pada Oktober lalu, setelah upaya pengejaran selama dua bulan.

Sumber-sumber keamanan Palestina menyatakan bahwa Ashraf Naalweh, 23 tahun, gugur dalam serangan pasukan Israel di kamp pengungsi Askar di kota Nablus di bagian utara Tepi Barat, dan tentara Israel telah menahan jenazahnya.

Dalam serangan lain di malam yang sama di sebuah desa di Tepi Barat pasukan Israel menembak mati Salah Omar Barghouti, 29 tahun, yang diduga sebagai pelaku penembakan yang melukai tujuh pemukim Israel terluka di dekat pemukiman Ofra pada hari Ahad lalu.

Barghouti sedang mengendarai taksi ketika tentara Israel menembaki kendaraannya di dekat Surda, sebelah utara Ramallah, dan pasukan Israel kemudian menahan jenazahnya.

Tentara Israel menyerbu kediaman Barghouti di desa Kobar di utara Ramallah, dan menangkap ayah dan saudara laki-lakinya.

Di kota Yerusalem Timur pasukan Israel menembak mati Majd Muteir setelah pria Palestina ini melukai dua polisi Israel dalam serangan dengan menggunakan senjata tajam pada dini hari.

Warga Palestina keempat gugur pada Kamis sore, setelah berusaha menabrakkan mobil terhadap sekelompok tentara Israel di kota Ramallah al-Bireh. Warga Palestina itu diidentifikasi sebagai Hamdan Tawfiq al-Ardah, 60 tahun. (mm/aljazeera/wafa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*