bentrok palestina-israelRamallah, LiputanIslam.com – Satu lagi remaja Palestina gugur diterjang peluru pasukan Zionis Israel di Tepi Barat, sementara Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, mengacam akan melancarkan serangan balasan.

The Palestinian Information Center (IPC) melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel telah menembak mati Erwa Abdulwahab, remaja Palestina berusia 16 tahun, di desa Silwad di timur kota Ramallah, Tepi Barat, Jumat kemarin (24/10).

Remaja itu tertembak di bagian kepala saat ikut serta dalam pawai unjuk rasa di desa itu untuk mengutuk kekerasan Israel di Masjid al-Aqsha serta pembunuhan terhadap Abdulrahman al-Shaludi, warga Baitul Maqdis (Jerussalem). Al-Shaludi sendiri ditembak mati oleh polisi Israel Rabu lalu (22/10) karena dianggap melancarkan serangan teror dengan cara menabrakkan mobilnya terhadap kerumunan warga Palestina di dekat stasiun kereta api di Baitul Maqdis, sementara keluarga al-Shaludi menyatakan bahwa tabrakan itu murni kecelakaan. (Baca juga: Polisi Israel Tembak Mati Pengemudi Mobil Palestina)

Di Baitul Maqdis, aparat Zionis menerapkan sistem keamanan ekstra ketat dan membatasi jalur-jalur akses menuju Masjid al-Aqsha. Polisi Israel menyatakan hal itu dilakukan karena Rabu lalu telah terjadi serangan teror warga Palestina, al-Shaludi, terhadap warga Israel.

Juru Bicara Kepolisian Israel Lubana Samiri menyatakan pihaknya melarang warga Palestina usia di bawah 40 tahun masuk ke komplek Masjid al-Aqsha untuk menunaikan shalat Jumat. Mereka juga beralasan bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi mengenai kemungkinan terjadinya kerusuhan usai shalat Jumat.

Di pihak lain, Juru Bicara Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, Hussam Badran, menegaskan bahwa Israel harus membayar mahal kejahatannya terhadap rakyat Palestina dan Masjid al-Aqsha.

Dia menyatakan bahwa reaksi rakyat Palestina terhadap kejahatan Zionis dan tindakannya menodai kesucian Baitul Maqdis akan sangat mengejutkan dan tak terduga sebelumnya.

“Jika tindakan brutal Zionis terus berlanjut, sementara lembaga-lembaga Arab dan internasional tetap bungkap di depan kejahatan Zionis maka al-Quds (Baitul Maqdis) akan mengalami perkembangan situasi keamanan, termasuk operasi-operasi khusus perlawanan (muqawamah),” ujar Badran, sebagaimana dilansir al-Resalah Net.

Sembari meremehkan ancaman represi Zionis, dia juga menegaskan keharusan adanya aksi massal dan terorganisir di Baitul Maqdis.
“Ancaman seperti ini bukan barang baru, para pemimpin Hamas tidak takut, dan ancaman ini tidak mungkin dapat mengubah sikap dan pendirian kami terkait muqawamah dan perjuangan melawan rezim pendudukan,” tegasnya.

Hal senada juga ditegaskan oleh pejabat Hamas lainnya, Yunis al-Astal. Dia menyatakan bahwa perjuangan dengan mengangkat senjata adalah satu-satunya jalan yang memungkinkan pembebasan Palestina dari cengkraman Zionis.

“Perlawanan kami dalam peristiwa invasi militer 51 hari Rezim Zionis ke Jalur Gaza membuktikan bahwa konspirasi rezim ini untuk menumpas para pejuang Palestina dapat dilawan,” tegasnya.

Beberapa kota Palestina di Tepi Barat Jumat kemarin diwarnai unjuk rasa yang kemudian berubah menjadi bentrokan sengit antara warga Palestina dan pasukan Zionis Israel. Selain satu remaja gugur, puluhan warga Palestina menderita luka-luka dan beberapa lainnya ditangkap. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL