tawanan iranTeheran, LiputanIslam.com – Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Marzieh Afkham menyatakan prihatin atas terbunuhnya satu di antara lima tentara Iran yang disandera oleh militan ekstrimis di wilayah Pakistan, serta menegaskan bahwa pemerintah Pakistan harus bertanggungjawab atas peristiwa ini.

Kemlu Iran menilai pemerintah Pakistan tidak serius berusaha membebaskan dan menyelamatkan para penjaga perbatasan Iran yang diculik oleh radikalis bersenjata yang berbasis di Pakistan. Selasa (25/3) Marzieh di Teheran menegaskan, “Iran menuntut tindakan serius Pakistan untuk menangkap dan menyerahkan para teroris serta menjamin keselamatan dan memulangkan pasukan penjaga perbatasan. Tidak adanya langkah dan tindakan serius menyalahi hubungan persahabatan kedua negara Muslim yang saling bertetangga.”

Jubir Kemlu Iran menambahkan, “Para pejabat Iran sudah berulangkali menyatakan kekecewaan dan kerisauannya terhadap aksi para teroris di berbagai titik wilayah perbatasan, dan Republik Islam Iran juga sudah mendesak Pakistan supaya menempuh tindakan yang semestinya untuk mencegah lalu lintas dan pemanfaatan wilayah Pakistan oleh para teroris.”

Marzieh mengingatkan bahwa perbatasan Iran-Pakistan selama ini selalu menjadi wilayah persahabatan dan perdamaian, dan tidak pernah terjadi pelanggaran dari wilayah Iran terhadap wilayah Pakistan. “Sayangnya,” ujar Marzieh, “dalam beberapa bulan terakhir ini berbagai kelompok teroris dari wilayah Pakistan kian mengusik kepentingan dan warga Iran.”

Jubir Kemlu Iran lantas menyatakan kesiapan Iran menggalang kerjasama dengan Pakistan di level manapun untuk menjamin keamanan wilayah perbatasan kedua negara dan menanggulangi aksi kelompok-kelompok radikal. (mm/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL