peta suriahDamaskus, LiputanIslam.com – Tentara Suriah berhasil mengungkap sebuah terowongan bawah tanah terbesar yang dibuat oleh gerilyawan anti pemerintah Suriah. Terowongan itu terletak di propinsi Homs dan merupakan salah satu tempat strategis bagi mereka. Tentara Suriah menemukannya dalam operasi militer yang berlangsung dalam beberapa hari belakangan untuk membersihkan sisa-sisa militan bersenjata.

Keterangan sumber-sumber Suriah di lapangan yang dikutip Farsnews menjelaskan bahwa panjang terowongan mencapai satu kilometer yang membentang dari wilayah al-Qarabis ke wilayah Jurh al-Shiyah yang menjadi lokasi pertempuran sengit, dan dari situ masih membentang lagi ke zona aman al-Dablan di pusat kota Homs.
Data-data yang diperoleh tentara Suriah di lapangan juga menunjukkan bahwa gerilyawan merencanakan operasi serangan dari wilayah al-Dar al-Kabira di kawasan Homs ke wilayah al-Ghasibiah yang berada di bawah kendali tentara Suriah. Dalam operasi itu mereka juga akan menggempur kota Houla.

Terungkapnya terowongan dan peta serangan itu menjadi pukulan telak bagi kelompok-kelompok militan bersenjata di kawasan tersebut. Menurut Farsnews, setiap hari selalu ada anggota kelompok bersenjata di berbagai wilayah propinsi Homs, termasuk kawasan Souq al-Hamidya, yang tewas di tangan pasukan pemerintah Suriah.

“Perang Anfal”, Para Komandan Militan Bergelimpangan

Dalam pertempuran di wilayah utara Suriah yang disebut oleh kaum militan sebagai “Perang Anfal” mereka bukan saja gagal meraih target-target yang mereka harapkan tapi bahkan banyak komandan mereka yang bergelimpangan. Farsnews yang memajang foto-foto mayat para komandan militan menyebutkan tiada hari di sana tanpa kematian para gerilyawan radikal.

Menurut laporan repoter Farsnews dari Damaskus, memasuki minggu kedua perang Suriah di propinsi Latakia  masih banyak komandan militan yang berjatuhan susul menyusul. Pekan lalu Front al-Nusra mengakui bahwa dalam operasi Anfal pihaknya telah kehilangan sejumlah komandan pasukannya.

Di hari-hari pertama, mereka kehilangan Abu Suhaib al-Turkmani yang kemudian disusul oleh kematian Tareq Qarajah alias Abu Omar al-Turkmani dalam pertempuran di Gunung Turkman. Tidak berhenti di situ, dua ekstrimis paling berbahaya anggota al-Qaidah bernama Sanafi al-Nasr Abdul Mohsin al-Sharih asal Arab Saudi serta Moawiyah Abdur Razzaq alias Abu Lail, komandan operasi Front al-Nusra di Kasab juga tewas dalam pertempuran.  Kematian mereka masih disusul lagi dengan kematian Mohammad al-Tuwaijri yang juga merupakan komandan lapangan Front al-Nusra asal Saudi.

Sementara itu, kelompok Tentara Kebebasan Suriah (FSA) yang juga andil dalam Perang Anfal juga banyak kehilangan orang-orang pentingnya, termasuk Abu Saraqah, kepala biro teknik FSA. Selain mereka ada pula unsur penting lain yang tewas bernama Adil Gholam asal Maroko dan Abu Udai Shahyuni yang mengomandani kelompok Jabalah yang berafiliasi dengan kelompok Ahrar Syam.

Berbagai sumber di lapangan juga menyebutkan tewasnya dua orang kakak beradik asal Maroko anggota Ahrar Syam serta Abol Ashbal, Abu Wala, Abu Adib dan Mohammad al-Abdullah yang juga merupakan para komandan gerilyawan Ahrar Syams di wilayah Qastal Maaf. (mm/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*