syrian army2Damaskus, LiputanIslam.com – Laporan mengenai  perkembangan perang Suriah sepanjang Selasa (22/4/2014) menyebutkan tewasnya pemimpin Gerakan Pembebasan Syam (FSA) di Idlib, peningkatan logistik pertahanan di Aleppo, pembebasan kawasan al-Ramousa, dan penyerahan diri tiga perwira desersi Suriah.

Menurut laporan reporter FNA dari Damaskus, meskipun pertempuran masih berlangsung sengit di beberapa kawasan Suriah, namun sebagaimana hari-hari sebelumnya tentara Suriah masih terus mencetak kemenangan.

Di Aleppo, situasi relatif tenang setelah selama satu pekan menjadi sasaran serangan sengit berbagai kelompok takfiri bersenjata yang umumnya berasal dari ekstrimis Cechnya. Tentara Suriah meningkatkan logistik pertahanan di bagian selatan Aleppo, termasuk dengan menempatkan satuan-satuan pasukan infantrinya.

Di kota ini tentara Suriah dikonsentrasikan di kawasan al-Amiria yang masih banyak dicemari oleh keberadaan ekstrimis bersenjata. Di saat yang sama, kawasan al-Ramaousa yang sudah dibebaskan sepenuhnya oleh tentara Suriah dalam waktu dekat akan diumumkan sebagai kawasan aman.

Di provinsi Idlib, kelompok yang menamakan dirinya Harakah Ahrar Syam (Gerakan Pembebasan Suriah) yang berafiliasi dengan Front Islam telah meneror Yasmin al-Banshi, tokoh opisisi yang telah dibebaskan dari penjara oleh pemerintah Suriah.  Dia diteror karena dianggap sudah bekerjasama dan berkomplot dengan pemerintah Suriah.

Sehari sebelumnya di provinsi yang sama, sejumlah besar militan tewas akibat gempuran tentara Suriah terhadap sebuah lokasi di dekat kota kecil Sarmin dan lokasi lain dekat kota Saraqeb. Sumber-sumber militer menyebutkan sebagian korban tewas adalah warga negara asing.

Di kota Idlib, pemimpin Gerakan Pembebasan Syam bernama Nidal Dasuqi tewas setelah mobilnya diserang oleh kelompok ekstrimis bersenjata lainnya. Selain dia tewas, Mostafa al-Aryan, ketua Sindikat Pengacara Pejuang Kebebasan Syam menderita luka-luka.

Di kawasan sekitar Damaskus, tentara Suriah masih melanjutkan operasi penumpasan ekstrimis bersenjata di distrik Mleha, Zabdin dan Juber dengan menggempur berbagai posisi dan sarang pemberontak.

Berbagai sumber yang dekat dengan kelompok oposisi menyebutkan bahwa tiga perwira militer Suriah berpangkat kolonel yang dulu membelot akhirnya menyerahkan diri kepada pemerintah Suriah.  Mereka adalah Mohammad Abu Zaid, Marwan Nahili dan Abu al-Wafa. (mm/fna/sana)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL