Damaskus, LiputanIslam.com – Pasukan pemerintah Suriah berhasil merebut kembali ladang gas al-Shaer di Rif Homs Kamis (6/11) setelah sekitar satu minggu beberapa bagian ladang gas itu dikuasai oleh pasukan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Demikian dilaporkan oleh TV resmi Suriah, sebagaimana dikutip Alalam, Jumat (7/11) dan dibenarkan oleh lembaga Pemantau HAM Suriah.

Selain menguasai ladang gas itu, tentara Suriah yang didukung pasukan pertahanan rakyat juga berhasil menguasai beberapa wilayah sekitarnya di bagian timur Rif Homs.
Hari Rabu sebelumnya tentara Suriah juga telah merebut kembali dua ladang gas lain dan sebuah perusahaan gas di Rif Homs.

Laporan lain dari TV al-Mayadeen menyebutkan bahwa dalam pertempuran yang berujung pembebasan ladang gas al-Shaer, satu komandan ISIS yang bernama Abu al-Barra’ al-Hamawi tewas di tangan pasukan Suriah.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Arab dan Afrika Amir Abdollahian memuji keteguhan Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam memerangi terorisme.

“Seandainya Presiden Bashar al-Assad tidak solid dan rakyat Suriah tidak resisten terhadap para pelaku konspirasi dan teroris takfiri niscaya dunia sekarang sudah menyaksikan berkuasanya para teroris di Damaskus,” ungkapnya, sebagaimana dimuat situs Alahed, Lebanon.

Dia juga membenarkan apa yang dikatakan Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moalem dalam wawancara dengan surat kabar Alakhbar, Lebanon, Kamis kemarin mengenai hubungan strategis Damaskus dengan Teheran.

Dalam wawancara itu al-Moalem antara lain menyatakan apresiasinya atas dukungan Iran kepada Suriah.

“Iran telah membekali kami dan kamipun membekali diri dengan kebutuhan persenjataan kami, terutama dari amunisi yang tersedia dalam industri Iran,” papar al-Moalem.

Dia menambahkan, “Teheran juga mendukung kami secara politik, ekonomi dan dana. Kami sangat berhutang budi atas dukungan ini, dan kami yakin dukungan ini akan tetap kontinyu, sebagaimamana kontinyuitas pemahaman para pemimpin Iran terhadap pentingnya aliansi dengan Suriah.”

Dalam wawancara itu al-Moalem juga menyebutkan bahwa negaranya dalam waktu dekat akan menerima rudal anti serangan udara jenis S-300 dari Rusia. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL