Moskow, LiputanIslam.com –  Pasukan Arab Suriah (SAA) terlibat kontak senjata dengan sekawanan teroris di lokasi yang berjarak 36 kilometer dari kota kuno Palmyra (Tadmur) setelah kawanan itu berusaha melakukan penyusupan dari al-Tanf ke Palmyra pada Sabtu lalu (1/9/2018).

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa kontak senjata itu menyebabkan dua orang teroris tewas dan dua lainnya tertangkap kemudian diperiksa. Dalam pemeriksaan ini keduanya diketahui terhubung dengan kelompok teroris “Usud al-Sharqiya” yang memiliki anggota sekira 500 orang dan kamp pelatihan mereka berada di kawasan al-Tanf di dekat pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Suriah.

Salah seorang teroris yang tertangkap itu mengatakan bahwa para ahli dari AS telah melatih Usud al-Sharqiya yang juga mendapatkan senjata dan amunisi dari pangkalan AS.

Kementerian Pertahanan Rusia menjelaskan bahwa misi kelompok teroris itu antara lain melancarkan serangkaian operasi teror di Palmyra dan mengerahkan pasukan utamanya yang berjumlah sekira 300 orang untuk menguasai Palmyra dalam beberapa minggu mendatang.

Pengakuan teroris yang tertangkap itu juga menyebutkan bahwa di kawasan sekitar pangkalan al-Tanf yang diduduki oleh AS terdapat kamp-kamp pelatihan kawanan bersenjata oleh AS dengan tujuan mengacaukan keamanan di Suriah.

Di dekat kamp pelatihan Usud al-Sharqiya terdapat kamp para pengungsi yang di kemudian hari dijadikan sebagai semacam sandera atau perisau manusia untuk melindungi kawanan bersenjata.

AS menempati pangkalan militer di kawasan al-Tanf di dekat perbatasan segi tiga Suriah, Yordania, dan Irak itu dengan dalih memerangi kelompok teroris ISIS, dan sampai sekarang belum pernah sekalipun melancarkan operasi anti kelompok Usud al-Sharqiya dan kelompok-kelompok perusak lain. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*