Damaskus, LiputanIslam.com – Komando Umum Pasukan Arab Suriah (SAA) mengumumkan pihaknya telah memasuki kota Manbij di bagian utara negara ini dekat perbatasan Turki dan telah mengibarkan bendera nasional Suriah di kota yang dibayangi ancaman militer Turki tersebut.

SAA dalam sebuah statemennya menegaskan bahwa langkah itu “didasarkan pada komitmen penuh tentara dan angkatan bersenjata guna memikul tanggung jawab nasional mereka menerapkan kedaulatan negara ini atas setiap jengkal wilayah Republik Arab Suriah dan sebagai respon atas panggilan orang-orang di wilayah Manbij.”

SAA menekankan “pentingnya upaya bersama dari semua anak bangsa dalam pemeliharaan kedaulatan nasional, menegaskan kembali tekadnya untuk menghancurkan terorisme, dan mengalahkan semua agresor dan pasukan pendudukan dari tanah Suriah yang suci.”

Di bagian akhir statemen tersebut pasukan pemerintah Suriah itu mengaku “menjamin keamanan penuh semua warga Suriah dan lainnya di wilayah Manbij.”

Sementara itu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang berbasis di Inggris, mengutip “sumber-sumber terpercaya” bahwa puluhan elemen pasukan pemerintah yang tiba baru-baru ini di perbatasan Manbaj mulai menyebar pada jalur kontak antara unit Kurdi dan pasukan Turki.”

Statemen ini dirilis tak lama setelah milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), tulang punggung Pasukan Demokrat Suriah (SDF), secara resmi mengundang pemerintah Damaskus untuk menerapkan  kendalinya atas Manbij manakala Turki mengancam akan melakukan intervensi di kawasan sisi timur Sungai Eufrat, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan pasukannya dari Suriah. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*