Damaskus, LiputanIslam.com – Kota Hasakah dan kota Qamishli di bagian utara Suriah sedang dilanda ketegangan antara pasukan pemerintah negara ini dan milisi Kurdi setelah milisi ini meminta supaya markas-markas keamanan di wilayah yang dikuasai oleh pasukan pemerintah diserahkan kepada mereka.

Sumber di provinsi Hasakah mengatakan kepada DPA, “Dua kota Hasakah dan Qamishli mengalami ketegangan sejak Kamis dini hari setelah pasukan kepolisian Kurdi Asayish pada pagi hari ini meminta pemerintah Suriah menyerahkan pusat-pusat keamanannya di distrik al-Masakin dan jalan al-Qudhah di bagian utara kota. Pemerintah menolaknya dan mengirim pasukan tambahan ke pos-pos yang tersebar di kawasan, terutama pos-pos pusat peluncuran bus di distrik Tel hajar di utara kota Hasakah.”

Sumber itu menambahkan bahwa ketegangan antara keduanya membentang hingga kota Qamishli di mana para anggota Asayish menutup jalur akses antara persimpangan empat keamanan yang dikuasai pasukan pemerintah dan bandara di kota Qamishli  bagi lalu lintas kendaraan tentara dan aparat keamanan pemerintah.

Pasukan pemerintah Suriah dan milisi Kurdi berbagi kekuasaan di kota Hasakah di mana keduanya pernah terlibat kontak senjata hingga menewaskan puluhan korban tewas dan luka pada Agustus tahun lalu. Saat itu jet tempur Suriah bahkan juga dikerahkan untuk menggempur posisi-posisi milisi Kurdi.

Milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) menguasai sebagai besar provinsi Hasakah yang tergolong strategis dalam produksi minyak dan hasil pertanian. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL