pasukan suriah4Damaskus, LiputanIslam.com – Tentara Suriah berhasil membebaskan kawasan strategis Jisr al-Thughur dari tangan pasukan teroris. TV al-Manar melaporkan bahwa tentara Suriah selain mengalami kemajuan di Rif Aleppo dan kawasan Sahl al-Ghab di sekitar Hama juga berhasil memperkuat lagi posisinya di kawasan Jisr al-Thughur, dan dengan bergerak maju di bagian timurnya mereka berhasil merebut kawasan itu.

Menurut al-Manar, kawanan teroris di kawasan Jisr al-Thughur terdesak mundur dan terkena serangan-serangan mematikan sehingga bahkan terpaksa kabur meninggalkan banyak senjata dan perlengkapan perangnya.

Jisr al-Thughur merupakan jalur utama untuk masuk ke kawasan sekitar Idlib sehingga sangat penting untuk memutus jalur penghubung kawanan teroris serta untuk pengepungan total terhadap mereka.

Sudah hampir empat tahun pemerintah Suriah berperang melawan para teroris takfiri yang mengalir dari luar negeri.

Sementara itu, pemerintah Suriah menepis berita yang menyebutkan pesawat tempurnya tertembak jatuh di Arihah, provinsi Idlib, di bagian utara negara ini.

“Tidak benar berita yang beredar bahwa jet tempur Suriah terjatuh. Barang yang jatuh adalah sebuah roket Amerika Serikat,” ujar sebuah sumber pemerintah Suriah, sebagaimana dikutip Almayadeen, Senin (3/8).

Sebelumnya Reuters melaporkan bahwa satu jet tempur Suriah terjatuh di sebuah kawasan perdagangan di kota Arihah yang terletak di dekat perbatasan Suriah – Turki, mengakibatkan sedikitnya 12 orang tewas dan 20 lainnya luka-luka.

Di bagian lain, sumber-sumber lokal Suriah mengingatkan bahaya penyelundupan bahan dan senjata kimia semisal gas klorin dan sarin yang diangkut dengan truk dari wilayah Yordania untuk kawanan teroris di Suriah.

Disebutkan bahwa bahan-bahan berbahaya itu masuk secara terang-terangan melalui pintu perbatasan Nashin.Selain itu, ada beberapa pakar kimia beracun yang telah masuk ke pinggiran timur dan barat kota Daraa. Hal ini mengundang pertanyaan apakah situasi keamanan kota Daraa akan memburuk akibat ulah militan bayaran Israel, termasuk Front al-Nusra.

Sejak krisis melanda Suriah sampai sekarang sudah terjadi dua kali kasus penggunaan senjata kimia oleh kelompok-kelompok teroris, satu di kawasan Khan al-Asal di Aleppo, dan yang lain di kawasan Ghouta timur di Rif Damaskus. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL