bendera suriah di utara aleppoDamaskus, LiputanIslam.com –  Didukung angkatan udara Rudia, pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya berhasil membebaskan 18 desa dari cengkraman kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di bagian timur Rif Aleppo, sementara di Homs sebanyak 46 orang terbunuh akibat serangan teror bom mobil. Demikian dinyatakan lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (Syrian Observatory for Human Rights/SOHR), sebagaimana dilansir al-Alam, Minggu (21/2).

Mengenai kemajuan pasukan Suriah di Rif Aleppo, tentara Suriah dilaporkan telah memperkuat posisinya di beberapa bagian jalan raya yang membentang menuju kota Raqaah yang menjadi markas besar ISIS, dan ini menambah prestasi dan kemenangan pasukan Suriah dalam serangan besarnya yang ditujukan untuk membebaskan Aleppo dan memblokir titik-titik perbatasan Turki yang menjadi jalur suplai perlengkapan militer para teroris dan pemberontak di Suriah.

Dalam proses ini, jarak tentara Suriah dari perbatasan Turki kini tak sampai 25 km setelah berhasil membebaskan distrik Nubl dan Zahr serta menguasai beberapa distrik lain di bagian utara Suriah.

SOHR yang dekat dengan kalangan oposisi Suriah dan bermarkas di Inggris juga menyebutkan bahwa dengan merebut kembali 18 desa di bagian timur RIF Aleppo  tentara Suriah dan sekutunya berhasil menguasai sejarak 40 km jalur cepat dari Aleppo menuju Raqqah.
Pembebasan Pembangkit Listrik Aleppo

Kantor berita Suriah, SANA, melaporkan pernyataan komandan umum angkatan bersenjata Suriah bahwa pembebasan pembangkit listrik tenaga termal di sisi timur kota Aleppo Sabtu lalu (20/9) akan segera memulihkan kehidupan di provinsi Aleppo.

“Setelah digelar beberapa operasi akurat dengan dukungan jet pembom Suriah dan Rusia, tentara dan rakyat pejuang Suriah Sabtu sore (20/2) berhasil menguasai penuh pembangkit listrik tenaga termal Aleppo , membebaskan beberapa desa sekitar pembangkit, dan menghancurkan markas-markas terakhir kelompok teroris ISIS di kawasan tersebut,” ujarnya.

Dia menjelaskan pembangkit listrik itu merupakan salah satu fasilitas paling vital di Suriah karena memasok listrik provinsi Aleppo dan beberapa provinsi lain, sehingga pembebasan fasilitas ini akan dapat memulihkan urat nadi kehidupan di Aleppo.

Pembangkit itu dikuasai ISIS sejak dua tahun silam. Pasukan Suriah berhasil merebutnya kembali setelah meraih kemenangan demi kemenangan di sisi utara Aleppo dan kawasan pinggiran Latakia. Kemenangan ini sendiri menjadi pertanda menguatnya tentara militer dan pasukan rakyat Suriah dalam perjuangan membasmi terorisme.

Teror Bom di Homs

SOHR menyatakan jumlah korban tewas dua bom mobil  yang diledakkan para teroris di kawasan permukiman Zahra di kota Homs yang semula 25 orang bertembah menjadi 46 orang.

Serangan teror ini adalah yang kedua kalinya di lokasi yang sama dalam satu bulan terakhir yang juga mengakibatkan banyak warga sipil terbunuh, termasuk kaum perempuan dan anak kecil. Kemenangan tentara Suriah dalam pertempuran melawan kelompok-kelompok teroris di wilayah utara negara ini membuat para teroris semakin kalap sehingga semakin gigih melancarkan serangan brutal dan membabi buta. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL