US report raps Israel for using exaggerated force against PalestiniansNablus, LiputanIslam.com – Tentara Zionis Israel menembak mati seorang pria Palestina di sebuah pos pemeriksaan di kota Nablus, Tepi Barat, pada Selasa dini hari (3/6/2014).

Reuters melaporkan bahwa tentara Israel mengklaim telah menembak pria bersenjata Palestina yang telah melepaskan tembakan terlebih dahulu ke arah mereka dari tempat gelap. Menurut tentara Israel, tembakan pria itu menyebabkan satu tentara Israel menderita luka.

“Pria bersenjata itu telah melepaskan tembakan dan melukai polisi perbatasan di pos pemeriksaan. Tentara kemudian membalas tembakan dan membunuh pelaku kejahatan,” ujar tentara Israel, sebagaimana dilansir Reuters. Belum ada keterangan dari pihak Palestina sendiri.

Konflik antara Palestina dan Israel belakangan terus memburuk. Tentara Israel hampir setiap hari melancarkan serangan di wilayah Tepi Barat sehingga memancing upaya para pejuang Palestina untuk membalas serangan. Tentara Israel sering melakukan razia dari rumah ke rumah serta menangkapi para aktivis dan penduduk sipil Palestina.

23 Mei lalu tentara Israel terlibat bentrok dengan massa demonstran Palestina di desa Bil’in, al-Musara dan Nabi Saleh di Tepi Barat, menyebabkan puluhan demonstran menderita luka-luka.

Saat itu massa Palestina berunjuk rasa untuk menandai solidaritas mereka terhadap ratusan tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan yang kini sudah berlangsung sekitar tujuh minggu. Selain itu, massa juga memrotes pendudukan Israel atas Tepi Barat, pembangunan permukiman Yahudi, dan keberadaan dinding pemisah di wilayah Palestina.

Pasukan Israel berusaha membubarkan massa dengan peluru karet, granat listrik dan gas air mata.

11 Maret lalu, satu warga Palestina terbunuh setelah mobilnya menjadi sasaran tembakan tentara Israel di dekat kota Tulkarem di wilayah utara Tepi Barat. Di hari yang sama, satu pemuda Palestina juga terbunuh di Ramallah, Tepi Barat.

Tepi Barat diduduki tentara Israel sejak tahun 1967. Di wilayah ini Israel mendirikan ratusan pos pemeriksaan sehingga sangat menyulitkan penduduk Palestina. (mm/reuters/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL