ISRAEL-PALESTINIAN-CONFLICTBaitul Maqdis, LiputanIslam.com – Aparat keamanan Israel telah menangkap sedikitnya 111 warga Palestina di Baitul Maqdis (Jerussalem) timur dalam kerusuhan yang melanda kota ini belakangan terkait Masjid al-Aqsa.

Menurut laporan PressTV, polisi Israel Minggu (2/11) menyatakan bahwa penangkapan dilakukan sejak 22 Oktober ketika terjadi unjuk rasa protes warga Palestina terhadap larangan berkunjung ke komplek Masjid al-Aqsa yang diterapkan Israel.

Israel menutup komplek itu sejak Kamis lalu (30/10) menyusul pembunuhan terhadap warga Palestina Moataz Hejazi, 32 tahun, yang didakwa sebagai pelaku penembakan terhadap rabi estrim Yahudi, Yaheda Glick, pada Rabu (29/10). Hejazi dibunuh pasukan Israel yang menggerebek rumahnya di kawasan Abu Tor.

Penutupan itu memancing kecaman keras dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Dia bahkan menyebut tindakan Israel itu sebagai pernyataan perang terhadap Palestina.

Abbas juga menyatakan belasungkawa kepada keluarga Hejazi sehingga dituding oleh Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman sebagai bersekongkol dengan terorisme.

Di Jalur Gaza, Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, juga bersumpah akan memerangi Israel atas penutupan Masjid al-Aqsa. Dia yang ikut serta dalam Hari Amarah pada Jumat (31/10) menegaskan Hamas tidak akan membiarkan Israel berbuat sedemikian sewenang-wenang terhadap Masjid al-Aqsa.

“Musuh kita, Israel, telah memasuki fase yang sangat berbahaya dalam menjalankan misinya terhadap masjid yang disucikan,” tegasnya.
Petinggi Hamas lainnya, Talal Nassar, menurut laporan The Palestinian Informatian Center dalam unjuk rasa Ahad (2/11) menegaskan gerakan ini akan menggempur permukiman Zionis Israel dengan hujan roket jika Israel sampai menodai kesucian Masjid al-Aqsa.

Komplek Masjid al-Aqsa yang terletak di Kota Lama Baitul Maqdis merupakan situs Islam serta tempat suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Namun demikian, situs Baitul Maqdis oleh umat Yahudi juga dianggap situs suci agama mereka yang disebut Temple Mount atau al-Haram al-Sharif yang berarti “tanah suci yang mulia.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL