قوات الاحتلال تسمح للمستوطنين اقتحام المسجد الاقصىBaitul Maqdis, LiputanIslam.com – Tentara Israel kian sewenang-wenang terhadap Masjid al-Aqsha yang sangat diagungkan oleh umat Islam sedunia. Dengan dalih memperingati “Hari Raya Kemerdekaan” yang disertai dengan pelaksanaan ritus keagamaan Talmud, tentara Israel membiarkan puluhan ekstrimis Yahudi menduduki komplek Masjid al-Aqsha, Baitul Maqdis (Jerussalem), Selasa (6/5/2014).

Tak hanya membiarkan, tentara Zionis bahkan juga memblokir komplek Masjid al-Aqsha ketika lebih dari 40 ekstrimis Yahudi menduduki komplek dan melakukan aksi longmarch mulai dari Gerbang al-Mugharabah hingga ke halaman masjid al-Qibla, kemudian dari situ menuju Gerbang al-Asbat dan Gerbang al-Qatanaian kemudian keluar melalui Gerbang al-Silsilah.

Dalam rangka itu, tentara Israel bahkan melakukan aksi semena-mena itu sejak Senin malam. Tentara Israel tak segan-segan melarang para pemuda Muslim melaksanakan iktikaf di dalam Masjid al-Aqsha.

Komunitas “Kuil Sulaiman” sebelumnya juga telah mengkampanyekan penduduk masjid yang sangat disucikan oleh umat Islam tersebut demi pelaksanaan ritual ekstrimis Yahudi dan pengibaran bendera Zionis Israel di dalam komplek untuk peringatan tersebut.

Akibat kesewenang-wenangan dan pemblokiran kaum Zionis terhadap komplek Masjid al-Aqsha sejak Senin sore, ratusan jamaah Muslimin dan Muslimat Palestina terpaksa mendirikan shalat subuh di jalan-jalan kota kuno Baitu Maqdis. Sedangkan malam sebelumnya, jamaah terpaksa mendirikan solat Maghrib dan Isya di lokasi-lokasi terdekat dengan gerbang-gerbang Masjid al-Aqsha.

Syekh Azzam al-Khatib, kepala administrasi wakaf al-Quds dan urusan Masjid al-Aqsha menjelaskan bahwa pasukan Zionis sejak Senin sore melarang warga Palestina laki-laki yang berusia di bawah 50 tahun dan perempuan Palestina dari semua usia masuk ke dalam Masjid al-Aqsha. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL