tentara irakFallujah, LiputanIslam.com – Pasukan reaksi cepat Irak menggelar operasi militer di Fallujah dan al-Bu Alwan serta berhasil membunuh 44 militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIL) di dua kawaan tersebut. Selain itu, pasukan gabungan Irak yang dibantu kelompok-kelompok suku di kawasan Ramadi juga telah menyerang misil ISIL hingga menewaskan delapan anggotanya. Demikian dikatakan Komandan operasi militer Irak di provinsi Anbar, sebagaimana dikutip jaringan berita al-Alam, Jumat (11/4).

Komandan yang tidak disebutkan namanya itu menambahkan, “Pimpinan operasi kemarin telah menerapkan larangan lalu lalang yang mencakup mobil, motor dan pejalan kaki di kota Ramadi hingga pemberitahuan selanjutnya demi kelancaran operasi keamanan.”

Rabu lalu pasukan keamanan melancarkan operasi intensif di kawasan al-Syuhada, Ramadi. Dalam operasi ini satu petinggi ISIL di Fallujah yang dijuluki Anas al-Halabi dan berkewarga negaraan Suriah tewas. Selain itu, operasi pasukan Irak di provinsi Anbar juga berhasil menghabisi Wasim al-Zuwaibai yang disebut sebagai menteri keuangan ISIL dan termasuk penggagas penutupan Bendungan Fallujah, serta meringkus Said Huwaija yang disebut ISIL  sebagai walikota Mosul.

Sementara itu, ketua parlemen provinsi Anbar, Sabah Karhut, Kamis (10/4) menyebutkan bahwa militan ISIL mendadak membuka beberapa bagian bendungan Fallujah di sungai Furat setelah beberapa hari menutupnya hingga memutus aliran air ke beberapa provinsi di wilayah selatan Irak.

Pemerintah Irak Ahad lalu menyatakan ISIL telah menguasai penuh bendungan Fallujah dan menutup semua pintu air sungai Furat.

Karhut menjelaskan, “Setelah militan ISIL membendung sungai Furat melalui Bendungan Fallujah dan memutus aliran air ke provinsi-provinsi di bagian Irak selatan, mereka tiba-tiba membuka sebagian pintu air sejak Rabu lalu hingga menenggelamkan area pertanian penduduk di sebagian kawasan. Sedangkan di sisi lain bendungan itu mereka juga telah menenggelamkan banyak rumah penduduk dan areal pertanian.”

Dia menambahkan bahwa banyak penduduk bergantung pada air Furat, dan karena itu aparat keamanan Irak perlu melancarkan operasi besar-besaran untuk memulihkan fungsi bendungan tersebut. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*