Baghdad, LiputanIslam.com –  Tim penyelidik militer Irak mengaku telah menemukan kuburan massal 500 korban kekejaman kelompok teroris ISIS di dekat sebuah penjara di dekat kota Mosul, Irak utara.

Tim Investigasi Media Cell Security, Jumat (25/8/2017), merilis statemen menyatakan bahwa satu kuburan di dekat Penjara Badoush berisi mayat 470 tahanan yang dibantai ISIS, sementara kuburan lainnya berisi mayat 30 korban.

Seorang petugas keamanan mengatakan bahwa para korban sebagian besar adalah warga Muslim Syiah atau warga kelompok minoritas lain di kota Mosul.

Human Rights Watch (HRW) pada Maret lalu melaporkan bahwa ISIS telah mengeksekusi ratusan tahanan di Mosul dan mengubur mereka di sebuah kuburan massal yang bisa jadi terbesar yang pernah ditemukan di Irak.

Saksi mata mengatakan kepada organisasi HAM yang berbasis di New York, AS, ini bahwa para korban, termasuk beberapa anggota pasukan keamanan Irak, dieksekusi pada kurun waktu antara Juni 2014 dan Mei atau Juni 2015, dan mayat mereka dibuang di sebuah lubang pembuangan di sebuah lokasi di Mosul barat.

Direktur perwakilan HRW Timur Tengah, Lama Fakih, mengatakan bahwa para teroris juga telah memasang ranjau darat dan jebakan di kuburan massal dengan tujuan “memaksimalkan kerugian bagi orang Irak.”

Pasukan Irak menguasai situs tersebut pada pertengahan Februari 2017, dan pada 7 Maret HRW mengunjungi lokasi itu namun tidak dapat memeriksa kuburan tersebut akibat adanya ranjau darat. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL