pasukan gabungan irak di tikritBaghdad, LiputanIslam.com – Tentara Irak sedang bersiap-siap melancarkan operasi militer besar-besaran untuk membebaskan kota Mosul di Irak utara, sementara pasukan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang menguasai kota itu dilaporkan terus melemah, dan pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi dan pasukan Kurdistan Irak Peshmerga dipastikan akan terlibat dalam operasi pembebasan Mosul.

BBC menyebutkan bahwa kawanan bersenjata ISIS sedang memperkuat kubu-kubu pertahanannya di Mosul seiring dengan terus membengkaknya jumlah pasukan Irak yang dikerahkan untuk operasi pembebasan Mosul.

Namun demikian, Reuters melaporkan bahwa sebagian penduduk lokal yang menjadi anggota ISIS memilih kabur meninggalkan kelompok teroris hasil konspirasi Amerika Serikat dan beberapa negara Arab regional tersebut, sementara pasukan Irak sudah berada di sekitar Mosul.

Komandan “Operasi Ninawa’ Jenderal Najm al-Jibouri memperkirakan pasukannya tidak akan mendapat perlawanan sengit di Mosul.

“Kemungkinan tidak akan mendapat perlawanan sengit,” katanya.

Dia menambahkan bahwa penduduk desa-desa sekitar Mosul terdera oleh keberadaan ISIS sehingga tidak kecil kemungkinan mereka akan memberontak dan melawan ISIS.

Menurutnya, ISIS sekarang sudah menarik pasukannya dari beberapa desa, namun yang menjadi tantangan terbesar bagi pasukan Irak ialah keberadaan lebih dari 1 juta penduduk di kota Mosul yang tentu harus dijaga keselamatannya.

Sebelum diduduki ISIS, kota terbesar kedua di Irak itu dihuni oleh sekitar 2 juta penduduk.

Al-Jibouri meyakini bahwa 70 – 75 persen penduduk Mosul menyambut gembira pembebasan Mosul, sedangkan sisanya masih ragu-ragu atau takut.

Dia menjelaskan bahwa operasi pembebasan Mosul akan dilancarkan melalui beberapa tahap, dan kini pihaknya tinggal menunggu instruksi dari panglima tertinggi.

Sumber-sumber militer Irak menyatakan bahwa pada tahap awal operasi akan mengarah ke barat dengan bertolak dari kawasan Makhmur di wilayah Kurdistan yang berjarak 60 km dari Mosul menuju distrik Qayarah di sisi Sungai Tigris. Tujuannya ialah memutus jalan yang menghubungkan Mosul dengan beberapa kawasan yang dikuasai ISIS di arah selatan dan timur.

Partisipasi Pasukan Relawan al-Hashd al-Shaabi

Presiden Irak Fouad Masum dalam wawancara eksklusif dengan IRNA Rabu (16/3) memastikan keterlibatan pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi dan pasukan Kurdistan Irak Peshmerga dalam operasi pembebasan Mosul, dan dengan demikian, menurutnya, situasi yang ada tidak memungkinkan bagi pemisahan Kurdistan dari Irak.

“Pasukan rakyat al-Hashd al-Shaabi dan Peshmerga Kurdi tentu akan terlibat dalam operasi pembebasan Mosul. Hanya saja, mereka tidak akan masuk ke kota Mosul karena ada sensitivitas dalam masalah ini,” katanya.

Dia juga mengecam tuduhan miring beberapa negara Arab regional, termasuk Arab Saudi, terhadap al-Hashd al-Shaabi dan menilainya tidak berdasar.
“Tuduhan terhadap al-Hashd al-Shaabi muncul akibat perselisihan politik antarnegara regional, dan masing-masing negara memandang perkembangan regional dari sudut kepentingannya sendiri,” tuturnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL