الجيش العراقي يسيطر على ناحية جرف الصخر" و"الرويعية"Baghdad, LiputanIslam.com – Tentara Irak yang didukung oleh pasukan relawan akhirnya berhasil menguasai sepenuhnya kota Jufr al-Sakhar dan kawasan Ruwai’iyah di bagian utara provinsi Babil setelah terlibat pertempuran terbaru dan sengit dengan petempur kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang mengakibatkan 60 anggota organisasi teroris itu tewas.

Sebagaimana dilaporkan lembaga pemberitaan Irak al-Sumaria, Panesehat Bidang Informasi Kementerian Pertahanan Irak, Letjen Mohammad al-Askari, Jumat kemarin (24/10) mengatakan, “Brigade 31 dari Divisi 8 yang berada di bawah Komando Operasi Babil dengan dukungan pasukan relawan berhasil menguasai sepenuhnya kawasan Jurf al-Sakhar dan Ruwai’iyah di bagian utara Babil.”

Dia menambahkan, “Tentara telah menguasai jalan-jalan utama dan instansi-instansi pemerintah setelah terjadi kontak senjata sengit dengan kawanan bersenjata ISIS hingga menewaskan 60 orang di antara mereka.”

Sebelumnya, seorang narasumber dari Komando Operasi Babil di hari yang sama mengatakan bahwa tentara dan relawan Irak berhasil memasuki pusat kota Jurf al-Sakhar dari satu arah dan sempat mendapat perlawanan sengit dari sisi utara. Namun TV resmi Irak menyebutkan bahwa tentara dan relawan Irak bergerak maju ke pusat kota dari empat arah.

Rabu lalu, lebih dari 100 anggota ISIS yang bertahan di kota itu menyerah kepada pasukan Irak, namun sebagian lainnya masih bertahan dan melakukan perlawanan sebelumnya akhirnya pasukan dan relawan Irak berhasil menguasai penuh kota yang terletak di 60 kilometer selatan Baghdad tersebut.

Perdana Menteri Irak Haider Abadi menyebut pembebasan Jurf al-Sakhar sebagai pukulan telak bagi ISIS dan merupakan satu kunci untuk kemenangan dan keberhasilan-keberhasilan selanjutnya dalam upaya pembebasan kawasan-kawasan lain Irak dari noda para teroris ISIS.

Sementara itu, di Mosul, provinsi Nineveh, Jumat kemarin telah mengeksekusi 20 orang Irak, lima di antaranya perwira polisi.
Seorang pejabat lokal Nineveh yang meminta tidak disebutkan identitasnya mengatakan kepada al-Youm al-Sabea bahwa ISIS telah menembak mati 20 orang kemudian menyerahkan jenazah mereka kepada dinas kesehatan Mosul. Menurutnya, lima perwira polisi itu bekerja di kepolisian provinsi Nineveh sebelum Mosul jatuh ke tangan ISIS Juni lalu. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL