perang ramadi irakBaghdad, LiputanIslam.com – Kontak senjata antara pasukan pemerintah Irak dan pasukan teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) terus mewarnai kawasan sekitar Ramadi, ibu kota Anbar, sementara pasukan relawan al-Hasyd al-Sakbi terus mengalir ke provinsi ini untuk mendukung pasukan Irak, dan pasukan adat setempat berada di sekitar Ramadi untuk kemudian bersama-sama menumpas ISIS yang menguasai kota ini sejak Minggu lalu (17/5).

Alalam Rabu (20/5) melaporkan pasukan Irak berhasil mematahkan upaya ISIS menyerang garis pertahanan pasukan Irak di bagian timur Ramadi, sementara 30 anggota ISIS terbunuh akibat serangan udara Irak terhadap beberapa gudang senjata di kawasan Albu Dhayyan dan Albubali Albu Ithah.

Perdana Menteri Irak Haider Abadi sebelumnya telah memerintahkan “Dewan al-Hasyd al-Sakbi” yang memayungi kelompok-kelompok relawan supaya menyiapkan dirinya untuk berpartisipasi dalam perang di Anbar setelah sekian lama tercegah akibat berbagai faktor. Abadi juga meminta pasukan pemerintah supaya tetap “solid” menyusul peristiwa penarikan mundur mereka dari markas-markas militer penting di Ramadi.

Di kawasan Shijariya di utara kota Khalidiya di bagian timur Anbar, pasukan Irak juga berhasil menggagalkan serangan besar ISIS.
Sejauh ini sebanyak 6000 pejuang al-Hasyd al-Sakbi dan tiga batalyon pasukan keamanan setempat dan pasukan khusus Irak sudah berada di kota Khalidiya sebagai persiapan untuk operasi pembebasan Ramadi. Al-Hasyd al-Syakbi mengaku mengerahkan lebih dari 60.000 personil untuk pembebasan Ramadi.

Menurut Alalam, beberapa helikopter Irak berhasil mendarat di Ramadi dan menyelamatkan tentara Irak yang terkepung, sedangkan di Anbar 37 petempur ISIS tewas dan empat kendaraan mereka hancur digempur rudal pasukan Irak di kota Fallujah dan kawasan Harariyat yang juga terletak di provinsi Anbar. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL