Iran Amir-AbdollahianTeheran, LiputanIslam.com – Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hossain Amir Abdollahian mengingatkan Menteri Luar Negeri (Menlu) dari Arab Saudi Adel al-Jubeir supaya perilaku Riyadh di Timteng jangan sampai menghabiskan “kesabaran” Iran.

Kepada al-Alam, Minggu (1/11), Abdollahian mengingatkan bahwa Saudi lebih baik bertanggungjawab atas Tragedi Mina daripada menebar tuduhan kepada orang-orang lain, dan Riyadh juga harus berhenti memberikan dukungan terbuka maupun tertutupnya kepada para teroris di Irak, Suriah, Yaman dan kawasan Timteng secara umum.

Sebelumnya, dalam pernyataan televisi Abdollahian menyatakan Teheran telah menegaskan sikap dan pendirian yang solid dalam pertemuan di Wina, Austria, mengenai Suriah, dan Teheran tidak akan membiarkan keputusan apapun yang diambil begitu saja atas nama rakyat Suriah.

Menurut Abdollahian, dalam forum itu al-Jubeir mencanangkan jangka waktu singkat untuk pemakzulan Presiden Suriah Bashar al-Assad serta memperlihatkan tingkah yang tak patut bagi seorang menlu sehingga dikecam oleh Menlu Iran Mohammad Javad Zarif.

“Dalam pertemuan Wina delegasi Iran berusaha menghindari pertentangan dengan Saudi dan mencoba fokus pada jalur penyelesaian diplomatik untuk krisis Suriah. Sayangnya, Menlu Saudi Adel al-Jubeir malah menyampaikan laporan-laporan tak seimbang dan tanpa dasar serta menunjukkan perilaku yang tak layak bagi seorang menlu sebuah negara, sehingga direaksi keras oleh Javad Zarif,” kata Abdollahian.

Menurutnya, Menlu Saudi sama sekali tidak membuka diri untuk pengertian-pengertian semisal hak dan kehendak rakyat Suriah sendiri untuk menentukan nasib dan masa depan negaranya.

“Partisipasi Iran dalam pertemuan di Wina telah memancing kepedulian terhadap apa yang telah kami upaya dalam strategi kami selama lima tahun terakhir, dan melalui diskusi dan perundingan yang alot kita akhirnya meraih suatu hasil di mana berbagai isu krusial termuat dalam deklarasi akhir pertemuan,” paparnya.

Dia juga menegaskan, “Dalam pertemuan ini kami sama sekali tidak mengendurkan sikap, kami tidak tawar menawar mengenai masa depan politik Suriah. Sebaliknya, kami hanya menyatakan dengan suara lantang sikap tegas dan jelas Republik Islam Iran.”

Abdollahian menambahkan, “Di bawah argumentasi dan logika, agenda Amerika Serikat yang semula akan disodorkan di atas meja akhirnya ditarik mundur di depan pemikiran politik Iran yang mengacu pada undang-undang internasional dan pembelaan terhadap rakyat Suriah.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL