Teheran, LiputanIslam.com – Mengomentari heboh pemecatan Rex Tillerson dari jabatan menlu oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump,  jubir Kemlu Iran Bahram Qasemi mengaku pihaknya sudah beberapa kali melihat terjadinya perubahan besar dalam pemerintahan Amerika Serikat (AS).

“Kami telah berulang kali menyaksikan terjadinya perubahan besar dalam pemerintahan AS, tapi itu adalah persoalan dalam negeri, dan yang penting bagi kami ialah kebijakan yang menjadi pijakan kami dalam menentukan sikap,” katanya dalam jumpa pers pada minggu terakhir kalender Iran (berakhir 20 Maret).

Mengenai perundingan AS dengan Korut, Qasemi mengatakan, “Iran mendukung segala upaya yang berkontribusi pada penegakan perdamaian dan stabilitas dunia, namun dalam praktiknya terbukti bahwa pernyataan AS tak dapat ditafsirkan.”

Di tanya tentang keberadaan para penasehat militer Iran di Suriah, jubir Kemlu Iran mengatakan, “Keberadaan Iran di Suriah adalah untuk memerangi teroris dan dengan permintaan pemerintah Suriah, sebagaimana keberadaan Rusia juga untuk tujuan ini.

Dia juga menyatakan harapannya agar kemelut di Suriah dapat diselesaikan melalui jalur dialog daripada militer.

Seperti diketahui, Trump mencopot Tillerson dan menggantinya dengan Mike Pompeo yang dikenal bergaris keras.

Trump memecaty Tillerson karena Tillerson tak sejalan dengannya menyangkut “beragam hal”, terutama mengenai Iran.

“Jika Anda lihat kesepakatan Iran, saya pikir itu hal yang buruk. Saya kira dia pikir itu OK….Dengan Mike, Mike Pompeo, kami punya proses pemikiran yang sangat mirip. Saya pikir ini akan berjalan sangat baik,” ungkap Trump.

Sementara itu, Wakil Menlu Iran Abbas Araghchi menilai perkembangan ini sebagai indikasi bahwa AS akan mundur dari kesepakatan nuklir yang dijalin Iran dengan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman.

“AS bertekad untuk mundur dari perjanjian nuklir, dan perubahan pada Kemlunya dilakukan dalam rangka ini, atau minimal ini merupakan salah satu sebabnya,” ujar Araghci. (mm/alalam/isna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*