Teheran, LiputanIslam.com –  Juru bicara Kemlu Iran Bahram Qasemi membantah keras “tuduhan berulang” Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengenai proyek rudal Iran.

“Sebagaimana dahulu, kami menolak dan mengecam tuduhan berulang dalam pernyataan NATO mengenai Iran,” tegas Qasemi, Kamis (12/7/2018),  saat menanggapi pernyataan yang dirilis dalam pertemuan puncak NATO yang antara lain menyinggung berbagai persoalan mengenai Iran.

Dia menjelaskan, “Kami telah memantau dengan cermat berbagai perkembangan dan persoalan yang didiskusi dalam pertemuan itu, terutama perangai dan tekanan Amerika Serikat (AS) terhadap para anggota NATO. Naif, meskipun sebagian besar dana NATO terpakai untuk menjamin keamanan bagi AS tapi negara ini berusaha menuntut dan memaksakan pendapat dan kebijakannya terhadap bangsa-bangsa lain, terutama negara-negara Eropa.”

Qasemi menambahkan, “Hal yang benar-benar mengherankan ialah bahwa sebagian pihak masih sia-sia bersikeras dengan tuduhan mentah dan tanpa dasarnya mengenai kebijakan Republik Islam Iran.”

Dia kemudian mengingatkan bahwa Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) selaku satu-satunya otoritas internasional di bidang nuklir masih senantiasa mengkonfirmasi semua aktivitas nuklir Iran.

“Tak syak lagi bahwa negara-negara anggota NATO mengetahui sepenuhnya laporan berulang dan kontinyu IAEA terkait tindakan dan konsistensi Iran kepada janjinya. Karena itu, alih-alih memuaskan para pejabat AS, mereka seharusnya kecewa terhadap inkonsistensi dan keluarnya salah satu anggota NATO (AS) secara ilegal dan sepihak dari perjanjian-perjanjian internasional di berbagai persoalan, termasuk perjanjian nuklir.  Mereka seharusnya menentang kebijakan-kebijakan sepihak dan berbahaya negara ini (AS) daripada mendistorsi fakta yang terang benderang dan nyata,” kecam Qasemi.

Dia menyatakan NATO sama sekali tak beralasan ketika menyatakan prihatin atas program rudal Iran, karena program ini “bukan saja tidak melanggar resolusi PBB nomor 2213, melainkan juga merupakan program yang sepenuhnya konvensional dan defensif.”

“Sebagaimana semua negara merdeka lain di dunia, Iran juga berhak memiliki semua program militer dan pertahanan konvensionalnya untuk membela kepentingan, bangsa, dan eksistensi negaranya. Jelas bahwa pernyataan prihatin yang tak beralasan itu sama sekali tidak akan mempengaruhi kebijakan Republik Islam Iran dalam memelihara, mengembangkan, dan memperkuat kekuatan dan program-program pertahanan rudalnya,” terang Qasemi.

Mengenai peranan Iran di kancah regional, Qasemi menegaskan bahwa Teheran selalu menyerukan kerjasama dan dialog Iran dengan negara-negara jirannya, dan dalam rangka ini Teheran yang berkeyakinan bahwa tak ada solusi militer bagi krisis regional telah mengerahkan segenap upayanya agar dialog  itu terwujud dengan segala bentuknya.

Terakhir Jubir Kemlu Iran menyatakan bahwa sebelum NATO membentuk koalisi-koalisi yang sebagian di antaranya justru mandul dan sandiwara belaka dalam isu penumpasan kelompok teroris ISIS manaka gelombang teroris mengalir tanpa henti dari sejumlah negara dunia ke Timteng Iran justru sudah melakukan berbagai tindakan nyata dan bijak dalam proses penumpasan terorisme hingga kelompok-kelompok teroris tergulung di banyak kawasan yang semula mereka duduki.  (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*