Washington, LiputanIslam.com –  Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) memandang Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Rusia selaku sekutu Suriah bertanggungjawab atas apa yang disebut AS sebagai serangan bom kimia terhadap militan oposisi di kota Douma, GhoutaTimur, provinsi Damaskus, Suriah, dan bahwa Trump masih mempelajari reaksi terhadapnya.

Jubir Gedung Putih Sarah Sanders dalam jumpa pers Rabu (11/4/2018) mengatakan, “Presiden melimpahkan tanggungjawab atas serangan itu kepada Assad dan Rusia.” Saat ditanya mengenai bentuk reaksi AS dia mengatakan bahwa semua opsi tersedia bagi AS namun belum diambil keputusan final.

Sehari sebelumnya Trump di halaman Twitternya mengancam dengan pernyataan bahwa “rudal-rudal akan datang” ke Suriah.  Dia mengingatkan Rusia bahwa “rudal-rudal baru dan pintar” akan berdatangan untuk menghajar Suriah.

“Rusiamengatakan akan menembak jatuh semua rudal yang ditembakkan ke Suriah. Bersiaplah Rusia, karena rudal pintar akan berdatangan. Kalian seharusnya tidak bersekutu dengan binatang pengguna gas, yang menewaskan rakyatnya,” ancam Trump.

Menhan AS James Mattis menyatakan kesiapannya untuk mengajukan opsi-opsi militer kepadaTrump, dan menyebutkan bahwa negaranya “masih mengevaluasi” data-data terkait serangan yang dituduhkan itu.

Menanggapi ancaman ini Rusia melalui Jubir Kemlunya, Maria Zakharova, menyatakan, “Rudal-rudal pintar itu seharusnya diarahkan kepada teroris, bukan kepada pemerintahan sah yang sudah bertahun-tahun menghadapi sejumlah kelompok teroris internasional di wilayahnya.”

Pemerintah Suriah menyebut ancaman itu “eskalasi bodoh” karena mengandalkan “tuduhan palsu”.

Dubes Rusia untuk Libanon Alexander Zasypkin memastikan negaranya bukan hanya akan merontokkan rudal AS yang ditembakkan ke Suriah, melainkan juga akan menyasar lokasi peluncuran rudal itu.

“Jika ada serangan Amerika maka… misil-misil itu akan ditembak jatuh, dan bahkan sumber dari mana misil itu berasal juga akan diserang,” katanya kepada TV al-Manar milik Hizbullah.

Sebelumnya, Kremlin mengingatkan bahwa “tindakan yang tak beralasan akan dapat menggoyang situasi rapuh di kawasan.” Sedangkan Trump menyatakan, “Hubungan kami dengan Rusia sekarang lebih buruk daripada sebelumnya, termasuk dalam Perang Dingin.” (mm/washingtonpost/independent/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*