irak jet ASWashington, LiputanIslam.com – Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden AS Barack Obama tidak membatasi jangka waktu operasi serangan terhadap pasukan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak. Bersamaan dengan ini, Inggris menyatakan siap membantu AS. Selain itu, dilaporkan pula bahwa setiap hari ada sekitar 15 warga Yazidi meninggal dunia di Gunung Sinjar akibat buruknya keadaan.

Sebagaimana dilansir Rai al-Youm, Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest Jumat kemarin (8/8) mengatakan, “Presiden tidak menentukan jangka waktu untuk mengakhiri operasi.” Namun demikian, Earnest menilai kecil kemungkinan AS akan lama terlibat dalam konflik. Dia juga memastikan AS tidak akan mengirim pasukan ke darat.

Saat ditanya mengapa AS campur tangan di Irak sedangkan di Suriah tidak demikian, dia mengatakan bahwa kondisi antara Irak dan Suriah jauh berbeda. Menurutnya, dalam kasus Irak tentara AS bertindak demi memenuhi permintaan pemerintah Irak. Selain itu, militer dan intelijen AS memiliki data yang jelas mengenai kondisi Irak di lapangan.

Jumat kemarin untuk pertama kalinya sejak pasukannya ditarik dari Irak pada tahun 2011 militer AS ikut membom pergerakan pasukan ISIS di Irak utara. Tindakan ini dilakukan setelah ISIS menguasai beberapa kawasan baru di Irak utara yang menyebabkan sejumlah besar warga minoritas Kristen dan Yazidi terpaksa mengungsi dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Menurut Alalam, Juru Bicara Pentagon Laksana Muda John Kirby menyatakan bahwa pada Jumat pukul 14.00 GMT militer AS mengerahkan pesawat nirawak, sedangkan pada pukul 15.20 mengerahkan empat jet tempur untuk menggempur konvoi militan ISIS di dekat Arbil di kawasan Kurdistan Irak, dan yang terbaru AS menjatuhkan bom seberat 250 kg.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Irak Letjen Babaker Zebari berharap terjadi perkembangan besar di Irak utara dalam beberapa saat mendatang pasca keterlibatan militer AS tersebut.

“Akan terjadi perubahan besar dalam beberapa jam mendatang. Pesawat tempur AS mulai menyerang ISIS di selatan Makhmour dan sekitar Sinjar yang sama-sama terletak di Irak utara,” ujar Zebari.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon Jumat kemarin mengatakan negaranya siap membantu operasi militer AS.

“Kami menyambut baik apa yang dilakukan AS, khususnya dalam rangka memberikan bantuan kemanusiaan dan mencegah jatuhnya korban lebih banyak lagi,” ujar Fallon dalam wawancara dengan Sky News.

Namun demikian, dia menambahkan bahwa bantuan Inggris akan difokuskan pada misi kemanusiaan semisal pengiriman bahan bakar serta pengawasan dan penyaluran bantuan bahan makanan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris mengaku prihatian atas kondisi ratusan ribu penduduk di Irak utara akibat serangan ISIS. Dia menyatakan mendukung gagasan Obama untuk melancarkan serangan udara terbatas dengan tujuan memberikan bantuan kemanusiaan.

Laporan lain dari IRNA menyebutkan bahwa setiap harinya ada sekitar 15 orang, terutama anak-anak kecil, lansia dan kaum perempuan meninggal dunia akibat kelaparan dan kehausan di Irak utara. Mereka adalah warga penganut sekte Yazidi yang terjebak di Gunung Sinjar. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL