Teheran, LiputanIslam.com –  Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melontarkan ancaman keras beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo membuat pernyataan tentang Iran di Kairo, Mesir, Jumat (11/1/2019).

Komandan AL IRGC Laksamana Alireza Tangsiri bersumpah akan mengubah perairan Teluk Persia menjadi “rawa darah” jika AS “salah perhitungan.”

Pompeo tiba di Mesir pada Rabu malam lalu sebagai bagian dari safari regional ke Timur Tengah dengan tujuan Yordania, Irak, Mesir, dan negara-negara Arab Teluk Persia.

Pompeo menekankan bahwa pemerintah AS sedang mengupayakan pembentukan apa yang disebutnya “aliansi strategis” di Timur Tengah, yang mencakup enam negara Teluk Persia serta Mesir dan Yordania, untuk menghadapi “bahaya di kawasan”.

Dia meminta negara-negara Timur Tengah untuk mengatasi apa yang disebutnya “persaingan lama” untuk menghadapi Iran, dan memperingatkan bahwa “ambisi Teheran tidak terbatas pada Timur Tengah” saja.

Dalam reaksi pertama terhadap pernyataan Pompeo ini, Laksamana Tangsiri mengatakan bahwa Iran akan “memukul keras musuh jika mereka melakukan kesalahan perhitungan,” dan menuduh pasukan asing di kawasan Teluk Persia sebagai penyebab ketidakamanan dan instabilitas di kawasan ini.

“Kekuatan eksternal telah bercokol secara ilegal di kawasan ini selama bertahun-tahun, dan mereka tidak mampu bertualang elawan Iran karena mereka sadar akan kemampuan Angkatan Laut IRGC,” tegas Tangsiri.

Dia mengingatkan bahwa tindakan negara-negara Arab Teluk Persia meminta pertolongan kepada kekuatan-kekuatan asing berdampak negatif pada reputasi mereka.

“Negara-negara Teluk telah menunjukkan bahwa mereka tidak dapat mempertahankan tanah air mereka,” pungkasnya. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*