relawan hasyd sakbi irakBaghdad, LiputanIslam.com –  Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi bereaksi keras terhadap pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang karena dinilai melecehkan Perdana Menteri Irak Haider Abadi. Relawan itu mengancam akan memberikan “reaksi yang mengguncang di lapangan”.

“Kita akan melihat siapa yang akan mengerti batasnya, dan siapa yang akan hancur wajahnya. Kita biarkan media untuk mengarungi cakrawalanya yang luas dengan spirit Irak, dan kita biarkan diplomasi bergerak di kancahnya yang luas dengan kesabaran dan keagungan Irak,” ungkap Ahmad al-Asadi, juru bicara al-Hashd al-Shaabi dalam statemen resminya.

Dia menegaskan, “Kami para ksatria Irak, relawan dan pasukan keamanan, akan memberikan reaksi yang mengguncang, dan nanti akan terlihat jelas di lapangan ketika para jantan berhadapan dengan para jantan. Ketika itulah kita akan melihat siapa yang harus tahu diri dan hancur mukanya, dan kami tunggu besok siapa yang ingin menjajal dari dekat keberanian kami.”

Sebelum itu, Haider Abadi mengecam keberadaan pasukan Turki di Irak tanpa seizin pemerintah Irak. Dia juga mengatakan bahwa tentara Turki yang sudah diguncang oleh kasus kudeta gagal tidak akan bisa bertahan lama menerima perintah-perintah Erdogan.

Erdogan yang tersinggung oleh pernyataan ini lantas mengingatkan Abadi bahwa dia harus  tahu diri dan “mengerti batas kemampuannya.”

“Kami akan mendekati operasi di Irak, operasi yang segera dilakukan di Mosul, dengan sikap yang sama… Kita tidak perlu izin untuk ini, dan kami tidak berencana untuk mendapatkannya.” kata Erdogan.

Turki bersikeras untuk mempertahankan keberadaan sekitar 2000 pasukannya di Irak utara, terutama di kamp Bashiqa, dan andil dalam operasi ganyang ISIS di Mosul dengan melatih pasukan Kurdi Peshmerga, namun pemerintah Irak mengecam tindakan itu karena dilakukan tanpa persetujuan pemerintah pusat di Baghdad.

Amerika Serikat juga mengecam Turki dengan menegaskan bahwa setiap pasukan asing di Irak harus mendapat persetujuan dari pemerintah Baghdad dan berada di bawah payung koalisi pimpinan AS. (mm/alsumarianews/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL