Moskow, LiputanIslam.com – Pakar militer dan politik Rusia Konstantin Sivkov menilai tanggapan Kemlu Amerika Serikat (AS), Pentagon, terhadap pernyataan Presiden Suriah Bashar al-Assad justru menyingkap kedok AS di Suriah.

Dalam tanggapan itu Pentagon mengingatkan pemerintah Suriah agar tidak menyerang pasukan AS atau sekutunya di Suriah.

Dalam wawancara dengan RT milik Rusia, Jumat (1/6/2018), Sivkov mengatakan, “Cukup jelas, AS ingin mempertahankan pijakannya di Suriah dengan harga apapun, mengingat pentingnya geopolitik yang didapat Suriah di mata Washington.”

Sivkov menjelaskan bahwa pemerintah Suriah tidak akan pernah menerima pemecehan negara ini sehingga berusaha membebaskan semua wilayah Suriah.

“Ini sah, sedangkan AS menduduki wilayah Suriah, keberadaannya ilegal,” lanjutnya.

Menurut Sivkov, AS berlagak memerangi terorisme di Suriah padahal ia sendiri yang menciptakannya.

Komentar Peskov ini dikemukakan setelah Pentagon menganggap tekad Damaskus untuk membebaskan semua wilayahnya di utara dan timur Suriah yang dikuasai Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) sebagai pikiran buruk.

Sebelumnya, Presiden Assad dalam wawancara dengan RT memastikan bahwa pemerintah Suriah akan berusaha membebaskan wilayah selatan dan timur Suriah, termasuk dengan cara militer jika negosiasi membentur jalan buntu. Dia juga mengisyaratkan kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mengusir pasukan AS di kawasan tersebut. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*